Sleman, 21 Juli 2026 – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan non-mengajar dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta turut mendampingi kegiatan guru tamu dengan pelatihan ecoprint yang disenggarakan untuk kelas XI Manajemen Perkantoran, SMK Negeri 1 Depok. Pada kegiatan guru tamu ini menghadirkan praktisi dari luar sekolah sebagai narasumber untuk berbagi keterampilan pencetakan motif alami pada media kain kepada peserta didik. Sasaran kegiatan adalah seluruh siswa kelas XI MP, dengan mahasiswa PK sebagai pendamping teknis selama proses pelatihan berlangsung. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber mengenai konsep dasar ecoprint, yaitu teknik pencetakan motif menggunakan daun dan bahan alami pada media kain tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk mempraktikkan langsung tahapan ecoprint, mulai dari pemilihan daun, penataan motif, hingga proses pencetakan pada kain. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK membantu mempersiapkan ruangan dan peralatan praktik, mendampingi siswa selama proses pembuatan karya, serta memastikan kegiatan berjalan tertib dan interaktif. Kolaborasi ini melibatkan guru mata pelajaran, narasumber tamu, serta tim mahasiswa PK yang bekerja sama menciptakan suasana belajar yang aplikatif dan berbasis pengalaman langsung.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik berupa penguatan keterampilan praktis dan kreativitas di luar kompetensi akademik reguler, sekaligus memperkenalkan potensi kewirausahaan berbasis produk ramah lingkungan. Dari sisi SDGs 4, kegiatan ini memperluas akses siswa terhadap pembelajaran keterampilan yang relevan dan bermakna, mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Sementara itu, dari sisi SDGs 8, pelatihan ecoprint membuka wawasan siswa mengenai peluang usaha kreatif berbasis keterampilan tangan, yang berpotensi menjadi bekal keterampilan kerja atau usaha mandiri di masa mendatang. Bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam kegiatan ini turut memperkaya pengalaman dalam mendampingi proses pembelajaran non-akademik serta memahami peran pendidik yang tidak terbatas pada penyampaian materi di kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah dapat terus mengembangkan program-program keterampilan berbasis kewirausahaan yang mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, sekaligus memperkuat nilai keberlanjutan lingkungan dalam proses pembelajaran. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat menjadi program rutin yang melibatkan lebih banyak praktisi dari dunia usaha dan industri, guna memperkaya wawasan peserta didik secara berkelanjutan.






















