Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate melaksanakan kegiatan panen kangkung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas, Selasa (22/09)
Panen dilakukan oleh jajaran Lapas Ternate bersama warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja. Hasil pertanian tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan komoditas pangan sekaligus memberikan pengalaman keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kalapas Ternate Faozul Ansori menyampaikan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan.

“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat memberikan hasil yang nyata. Kami ingin warga binaan mendapatkan keterampilan yang bermanfaat dan memiliki bekal untuk perjalanan mereka” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kasi Giatja Lapas Ternate Sofyan Mutalib mengatakan, proses budidaya hingga panen melibatkan warga binaan secara langsung sehingga mereka memperoleh pengalaman dalam mengelola tanaman pangan.
“Kami terus mendorong keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif. Dari pengolahan lahan, perawatan, sampai panen, semuanya menjadi proses pembelajaran agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan setelah mereka bebas,” tutur Sofyan Mutalib.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Ternate terus mengembangkan pembinaan dengan mengoptimalkan potensi lingkungan serta keterlibatan warga binaan dalam kegiatan yang memiliki nilai manfaat. Pada panen kali ini, Lapas Ternate berhasil memanen sebanyak 108 kg kangkung yang kemudian dijual ke pasar.






















