Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Usai menyelesaikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 2–5 November 2026, murid kelas XII MAN 1 Yogyakarta mengungkapkan rasa syukur dengan berbagi nasi kepada masyarakat yang membutuhkan. Jumat pagi (6/11/2026), mereka menyebar ke sejumlah titik di sekitar madrasah untuk membagikan nasi bungkus yang dibawa dari rumah masing-masing.
Kegiatan berbagi berlangsung pukul 07.30–08.30 WIB dengan pendampingan wali kelas. Setiap murid membawa satu nasi bungkus untuk dibagikan kepada orang-orang yang ditemui di jalan. Murid kelas XII C, misalnya, membagikan nasi di kawasan sebelah barat SMA Negeri 6 Yogyakarta. Sementara itu, murid kelas XII D berada di area Jembatan Kali Code, sedangkan murid XII PK 2 berbagi di depan Puskesmas Gondokusuman. Kelompok kelas lainnya juga menyebar di beberapa titik di sekitar MAN 1 Yogyakarta.
Sasaran kegiatan tidak dibatasi pada kelompok tertentu. Nasi bungkus diberikan kepada mereka yang membutuhkan, mulai dari pejalan kaki, masyarakat yang melintas dengan sepeda, hingga para pengemudi ojek online yang sedang menjalankan aktivitas pada pagi hari. Kegiatan ini menjadi bentuk syukur murid setelah melewati rangkaian TKA sekaligus mengajak mereka menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif para murid. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga dapat ditunjukkan melalui kepedulian dan tindakan nyata terhadap lingkungan sekitar. Edi mengatakan bahwa setelah melalui rangkaian TKA dengan berbagai persiapan dan ikhtiar, madrasah ingin mengajak murid mensyukuri apa yang telah mereka lalui, salah satunya melalui kegiatan berbagi. “Mungkin yang diberikan hanya satu nasi bungkus, tetapi di dalamnya ada kepedulian, rasa syukur, dan keinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” ujar Edi.

Edi menambahkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di madrasah. Murid tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya. “Kami berharap pengalaman sederhana seperti ini dapat membentuk kebiasaan baik pada murid. Mereka belajar bahwa keberhasilan yang diperoleh tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dapat menjadi alasan untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain,” tambah Edi.
Di sejumlah titik, kegiatan berlangsung sederhana dan spontan. Para murid menghampiri orang yang melintas dan menyerahkan nasi yang mereka bawa. Sebagian penerima menyambutnya dengan senyum dan ucapan terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan. Bagi murid kelas XII, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda setelah beberapa hari sebelumnya mereka berkonsentrasi menghadapi TKA. Jika selama ujian mereka dituntut untuk fokus pada kemampuan akademik, pagi itu mereka belajar bahwa rasa syukur juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata.
Kegiatan berbagi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian TKA bagi murid kelas XII MAN 1 Yogyakarta. Setelah berikhtiar melalui persiapan dan pelaksanaan ujian, mereka diajak mengekspresikan rasa syukur dengan memberikan manfaat bagi orang lain. Satu nasi bungkus menjadi simbol sederhana bahwa setiap keberhasilan dapat tumbuh bersama kepedulian terhadap sesama. (luf)




















