NUSAKAMBANGAN – Transformasi digital dalam pengelolaan data pemasyarakatan terus dikembangkan melalui hadirnya PANTAU NUSA (Pusat Analisis dan Monitoring Terpadu Nusakambangan). Inovasi ini menghadirkan dashboard digital terintegrasi untuk mendukung monitoring dan pengelolaan data Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di wilayah Nusakambangan dan Cilacap.
PANTAU NUSA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan data WBP yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan tersebar di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Melalui satu dashboard, data dari berbagai UPT dapat dihimpun dan ditampilkan dalam satu sistem sehingga informasi dapat disajikan secara lebih cepat, akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
Pelaksanaan PANTAU NUSA dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, koordinasi dengan stakeholder, penyusunan kebutuhan bisnis dan arsitektur dashboard, penyusunan SOP Pengelolaan dan Validasi Data WBP, hingga pengembangan dashboard dan integrasi database seluruh UPT. Sistem ini dilengkapi dengan fitur pengelolaan data Lapas, input rekap harian, riwayat data, dashboard monitoring, serta pengelolaan akun sesuai dengan hak akses pengguna.
Baca Juga
Untuk memastikan sistem dapat digunakan dengan baik, dilakukan uji coba dashboard sekaligus bimbingan teknis kepada operator registrasi. Dalam kegiatan tersebut, operator mendapatkan pemahaman mengenai alur penggunaan PANTAU NUSA, mulai dari proses login, pemilihan UPT/Lapas, input rekap harian, pengisian data WBP, validasi, penyimpanan data, hingga penyajian informasi pada dashboard monitoring.
Implementasi inovasi tersebut kemudian ditandai dengan Grand Launching dan Diseminasi PANTAU NUSA. Kegiatan ini menjadi momentum peresmian pemanfaatan PANTAU NUSA sebagai dashboard digital terintegrasi dalam mendukung optimalisasi monitoring dan pengelolaan data WBP di wilayah Nusakambangan dan Cilacap.
Kegiatan Grand Launching dan Diseminasi dihadiri oleh pimpinan, pejabat struktural, Tim Efektif PANTAU NUSA, operator registrasi dari UPT terkait, serta stakeholder yang memiliki peran dalam mendukung implementasi dan keberlanjutan inovasi. Dalam kegiatan tersebut disampaikan latar belakang, tujuan, manfaat, fitur, serta mekanisme penggunaan PANTAU NUSA.
Demonstrasi penggunaan sistem juga dilakukan secara langsung, mulai dari login, pemilihan UPT/Lapas, input rekap harian, pengisian data WBP, proses validasi, penyimpanan data, hingga penyajian informasi pada dashboard. Melalui demonstrasi tersebut, operator dapat melihat bagaimana data dari masing-masing UPT dihimpun dan ditampilkan dalam satu dashboard terintegrasi.
Hasil pelaksanaan aksi perubahan menunjukkan bahwa PANTAU NUSA telah terbangun sebagai dashboard digital yang dapat digunakan untuk mengelola dan memonitor data WBP. Data dari UPT Pemasyarakatan wilayah Nusakambangan dan Cilacap juga telah diintegrasikan dalam dashboard, disertai penyusunan SOP Pengelolaan dan Validasi Data WBP sebagai pedoman dalam proses input, pemutakhiran, validasi, dan monitoring data.
Ke depan, keberlanjutan PANTAU NUSA diarahkan melalui pemeliharaan sistem dan database, pembaruan fitur sesuai kebutuhan organisasi, serta peningkatan kompetensi petugas melalui sosialisasi, bimbingan teknis, pelatihan, dan pendampingan secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, PANTAU NUSA juga direncanakan untuk dikembangkan menjadi aplikasi mobile Android guna memudahkan akses terhadap data monitoring.
Dengan hadirnya PANTAU NUSA, pengelolaan dan monitoring data WBP di wilayah Nusakambangan dan Cilacap diarahkan menuju sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis data, sekaligus mendukung proses monitoring, evaluasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.






















