Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Pada Kamis (05/11/2026) pukul 15.45 WIB, Kelompok Ilmiah Remaja Ulil Albab (KIR LIBA) kembali melaksanakan kegiatan Latihan Rutin (Larut) yang terbagi sesuai dengan bidang peminatan masing-masing. Bidang Matematika Sains Teknologi (MST) bertempat di Laboratorium Biologi MAN 1 Yogyakarta, bidang Fisika Terapan (FTR) dilaksanakan di Laboratorium Kimia MAN 1 Yogyakarta, sedangkan bidang Ilmu Sosial Humaniora (ISH) bertempat di Laboratorium Fisika MAN 1 Yogyakarta.
Kegiatan bidang Matematika Sains Teknologi (MST) dihadiri oleh sebagian besar anggota maupun Badan Pengurus Harian (BPH) KIR LIBA. Rahmad selaku pelatih Larut bidang MST belum berkesempatan hadir untuk mendampingi para anggota. Sebagai gantinya, anggota KIR LIBA ditugaskan untuk berdiskusi dengan teman sebangku mengenai ide-ide yang nantinya dapat dikembangkan menjadi sebuah karya tulis, baik berupa riset maupun esai.
Sementara itu, bidang Fisika Terapan (FTR) juga dihadiri oleh sebagian anggota dan Badan Pengurus Harian (BPH) KIR LIBA. Sayangnya, Ibat selaku pelatih Larut bidang FTR juga belum dapat hadir untuk mengisi kegiatan kali ini. Oleh karena itu, para anggota ditugaskan untuk mencari tiga permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anggota menemukan ide dan merumuskan judul yang nantinya dapat dikembangkan menjadi sebuah karya ilmiah maupun produk yang menyertainya. Setelah itu, para anggota diminta untuk menganalisis ide-ide tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan.
Bidang terakhir dalam Latihan Rutin kali ini adalah Ilmu Sosial Humaniora (ISH). Meskipun bidang ini memiliki jumlah peminat yang cukup sedikit, hal tersebut tidak menggoyahkan semangat para anggota untuk terus belajar. Marlita selaku pelatih bidang ISH, hadir untuk menemani para anggota dalam menyalurkan ide-ide mereka. Dalam kegiatan ini, Marlita menugaskan setiap anggota untuk menjelaskan topik karya yang ingin mereka angkat. Satu per satu anggota menyampaikan topik unik yang ingin dikembangkan kepada Marlita. Selain itu, ia juga memberikan berbagai saran mengenai cara menyusun karya ilmiah dengan struktur yang jelas serta alur yang mudah dipahami. “Karya yang kita buat memang pakai sudut pandang sosial, tapi Kakak saranin sarana buat kita menyampaikan gagasan itu lewat teknologi,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat anggota KIR LIBA dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan budaya riset. Menurutnya, kemampuan meneliti tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga keberanian untuk mengamati, mempertanyakan, dan mencari solusi atas persoalan di sekitar.
“Jangan pernah merasa bahwa ide kalian terlalu sederhana untuk dijadikan penelitian. Justru banyak karya besar berawal dari pertanyaan kecil dan kepekaan melihat persoalan di sekitar. Teruslah berlatih, berani mencoba, dan jangan takut jika gagasan pertama belum sempurna. Yang penting, kalian mau belajar, terbuka terhadap masukan, dan tekun mengembangkan ide. Saya berharap KIR LIBA menjadi ruang bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat,” tuturnya.
Melalui kegiatan Latihan Rutin yang terbagi menjadi tiga bidang ini, diharapkan para anggota maupun BPH KIR LIBA dapat saling bekerja sama dalam berbagi pengetahuan, tips, trik, serta saran. Selain itu, seluruh anggota diharapkan dapat saling mendukung tanpa membeda-bedakan bidang satu dengan bidang lainnya. Diharapkan pula, para anggota maupun BPH KIR LIBA dapat menjaga komitmen untuk menghadiri kegiatan Latihan Rutin serta belajar dengan sungguh-sungguh bersama rekan dan pelatih di bidang masing-masing. (cha)


















