Sleman, 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Seni Budaya dengan materi Tari Mojang Priangan pada siswa kelas X DPB SMKN 1 Depok Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan yang bertujuan memberikan pengalaman belajar seni tari secara langsung kepada peserta didik. Pembelajaran Tari Mojang Priangan dilaksanakan dengan memadukan pemahaman materi dan praktik tari sehingga siswa tidak hanya mengenal tari secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengamati, mencoba, berlatih, dan menampilkan gerak tari. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 atau Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, partisipasi, kerja sama, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pengenalan Tari Mojang Priangan yang mencakup karakteristik tari, unsur gerak, iringan, ekspresi, serta bentuk penyajiannya. Setelah memperoleh pemahaman awal, siswa mengikuti kegiatan pengamatan dan demonstrasi dengan memperhatikan contoh gerakan yang diberikan secara bertahap. Selanjutnya, siswa mempraktikkan gerakan secara berulang untuk membantu mengingat urutan gerak dan menyesuaikannya dengan iringan. Dalam proses tersebut, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memberikan penjelasan, contoh gerak, arahan, dan evaluasi, sedangkan siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan praktik. Proses pembelajaran juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan ekspresi, kepercayaan diri, koordinasi tubuh, serta kemampuan bekerja sama.
Kegiatan pembelajaran memberikan manfaat dalam pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan apresiasi siswa terhadap seni tari. Melalui kegiatan mengamati, memahami, mencoba, menghayati, dan mengevaluasi, siswa memperoleh pengalaman untuk mengenal Tari Mojang Priangan tidak hanya dari aspek gerak, tetapi juga dari karakter, ekspresi, iringan, dan konteks budayanya. Pembelajaran tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan motorik, koordinasi tubuh, kreativitas, kepercayaan diri, serta kerja sama. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian antara proses pembelajaran dengan semangat SDGs 4 yang menekankan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Melalui kegiatan pembelajaran Tari Mojang Priangan, diharapkan pengalaman belajar seni yang diperoleh siswa dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi secara utuh. Pembelajaran seni tari tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan gerak, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, kepercayaan diri, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran seni yang aktif, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran Seni Budaya dapat terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas sesuai dengan SDGs 4.























