JAKARTA TIMUR – Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi personelnya dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan. Salah satunya dilakukan dengan turut dalam Indonesia Rescue Summit (IRS) 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Kegiatan yang berlangsung mulai 15 September hingga 29 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama PT Astra International Tbk. UAR mendapat undangan khusus untuk mengikuti sejumlah challenge yang menguji kemampuan teknis dan kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat.
Dalam ajang tersebut, tim UAR mengikuti beberapa kategori, di antaranya Logistic Management, Emergency Medical Treatment, Water Rescue, Tent Establishment, dan Fitness Drill. Sejumlah personel yang terdaftar dalam tim di antaranya Nanang Setiawan, Wali Al Jabar, Alfin, Fatur Rohman, Faris Zaky, Prayitno, Algi dan Niur Holis.

Keikutsertaan UAR dalam even tersebut bukan semata-mata untuk mengikuti kompetisi, tetapi menjadi bagian dari upaya organisasi untuk terus mengasah kemampuan personel melalui pengalaman langsung, simulasi, serta interaksi dengan berbagai tim yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat selama ini mendorong seluruh anggota agar tidak berhenti meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Peningkatan kemampuan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain memperbanyak literasi kebencanaan, mengikuti seminar/webinar, pelatihan, simulasi, maupun kegiatan lain yang dapat memperkuat kesiapsiagaan relawan.
Karena itu, keikutsertaan UAR dalam Indonesia Rescue Summit 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas pengalaman sekaligus menguji kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan penanganan keadaan darurat.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses Tim dalam mengikuti challenge, tetap semangat,” kata Endang Sudrajat usai Tim UAR mengikuti Managemen Logistik Challenge, Senin (21/9/2026)
Memperkuat Kesiapsiagaan Sektor Swasta
Indonesia Rescue Summit 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sektor swasta dalam menghadapi potensi ancaman bencana. Kemenko PMK menggandeng Astra International untuk membangun sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan unsur penanggulangan bencana.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan menegaskan pentingnya keterlibatan sektor usaha dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Menurutnya, sektor swasta tidak hanya menjadi pihak yang perlu dilindungi ketika bencana terjadi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketangguhan nasional dan mendukung respons bencana yang cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Lilik juga menilai sumber daya yang dimiliki dunia usaha, mulai dari infrastruktur, jaringan kerja, tenaga ahli hingga teknologi, dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi krisis.
“Dalam keadaan darurat, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan satu sistem dan koordinasi yang terpadu. Tujuannya jelas, menyelamatkan jiwa dan mengurangi dampak bencana secara cepat, tepat, serta terkoordinasi,” ujarnya.
Indonesia Rescue Summit 2026 melibatkan 119 tim dari 29 perusahaan dengan tujuh kategori kompetisi kedaruratan. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan tersebut diarahkan menjadi sarana edukasi dan peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi berbagai kondisi bencana.
Bagi UAR, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapsiagaan personel. Dengan terus belajar, berlatih, dan membangun sinergi dengan berbagai pihak, kemampuan relawan diharapkan semakin kuat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. [AM]






















