Mahasiswa Program Studi Kebijakan Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Elvyra Nanda Rianni, merancang Modul Panduan Pencetakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai luaran inovasi dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikpora DIY). Kegiatan ini dilaksanakan pada Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga selama periode JuliāSeptember 2026, di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan dan pembimbing lokasi PK.
Perancangan modul tersebut berangkat dari pengalaman mahasiswa selama terlibat dalam proses pengelolaan dokumen DPA. Dalam pelaksanaannya, proses pencetakan DPA tidak hanya berkaitan dengan mencetak dokumen, tetapi juga membutuhkan ketelitian dalam memeriksa kelengkapan halaman, menyesuaikan dokumen, memastikan hasil cetak sesuai, serta menata dokumen sebelum masuk pada proses berikutnya seperti pemeriksaan, tanda tangan, pemindaian, dan pengarsipan. Proses tersebut menunjukkan adanya pengetahuan teknis dan alur kerja yang perlu dipahami secara tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan dokumen.

Berdasarkan pengalaman tersebut, mahasiswa menyusun Modul Panduan Pencetakan DPA yang memuat tahapan kerja secara lebih sistematis, mulai dari persiapan dokumen, proses pencetakan, pemeriksaan hasil cetak, hingga pengecekan kelengkapan dokumen. Modul juga dilengkapi dengan bagian yang membantu pengguna memahami hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pencetakan. Dengan adanya panduan tersebut, pengetahuan yang sebelumnya diperoleh melalui praktik langsung dapat terdokumentasi dalam bentuk yang lebih mudah dipelajari dan digunakan kembali.
Perancangan modul ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Keterkaitan tersebut tidak terletak pada kegiatan pembelajaran formal, tetapi pada upaya mendukung proses pembelajaran, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas melalui dokumentasi pengetahuan praktis. Modul dapat menjadi media untuk membantu individu memahami suatu prosedur kerja secara lebih terstruktur sehingga pengetahuan tidak hanya bergantung pada pengalaman atau penjelasan secara langsung dari pegawai yang telah memahami proses tersebut.

Pada 18 September 2026, modul tersebut dipresentasikan sebagai bagian dari diseminasi hasil Praktik Kependidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan hasil selama melaksanakan PK, tetapi juga menunjukkan bagaimana pengalaman dalam menjalankan pekerjaan administratif dapat dianalisis untuk menemukan kebutuhan dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah produk yang dapat mendukung proses kerja.
Bagi Dikpora DIY, modul panduan ini dapat menjadi alternatif dokumentasi pengetahuan teknis mengenai proses pencetakan DPA. Modul juga dapat membantu memberikan gambaran tahapan kerja yang perlu diperhatikan, terutama bagi pihak yang belum familiar dengan proses tersebut. Namun, modul masih merupakan produk awal yang dapat dikembangkan lebih lanjut berdasarkan kebutuhan dan masukan dari pengguna di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa pekerjaan administratif dalam pengelolaan dokumen juga memiliki pengetahuan dan proses kerja yang penting untuk dipahami. Modul Panduan Pencetakan DPA menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendokumentasikan pengetahuan tersebut agar lebih sistematis, mudah dipelajari, dan dapat digunakan kembali dalam mendukung pengelolaan dokumen di lingkungan Dikpora DIY.




















