Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Menelusuri Filosofi Mundut Tirto, KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Belajar Makna Kemerdekaan dari Tradisi Desa Doplang

Ananta syarifa rudya azzahra by Ananta syarifa rudya azzahra
5 September 2026
in Pendidikan
A A
0
WhatsApp Image 2026 09 05 at 11.29.01
858
SHARES
1.2k
VIEWS

DOPLANG, BAWEN — Pagi itu, udara dingin lereng pegunungan masih menyelimuti Desa Doplang, Kecamatan Bawen. Di antara dedaunan yang basah oleh embun, langkah kaki warga perlahan bergerak menuju sendang atau mata air desa. Tidak terdengar alunan musik modern yang membahana. Yang terdengar justru suara langkah kaki, gesekan busana adat, denting wadah tradisional, serta lantunan doa yang dipanjatkan dengan khidmat.Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang umumnya identik dengan berbagai perlombaan dan hiburan, masyarakat Desa Doplang memilih merayakan kemerdekaan dengan cara yang sarat makna melalui tradisi Mundut Tirto.Tradisi tersebut juga menjadi pengalaman budaya yang berharga bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 22 yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Doplang. Dengan mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung, mahasiswa KKN tidak hanya menyaksikan sebuah tradisi lokal, tetapi juga belajar memahami filosofi, nilai kebersamaan, dan pesan kehidupan yang diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi.Secara harfiah, Mundut Tirto berasal dari bahasa Jawa yang berarti “mengambil air”. Namun, memaknai tradisi tersebut hanya sebagai kegiatan mengambil air tentu tidak cukup. Bagi masyarakat Desa Doplang, Mundut Tirto merupakan bentuk ungkapan syukur, penghormatan terhadap sumber kehidupan, sekaligus sarana untuk merefleksikan nilai kebersamaan dan kerukunan dalam momentum peringatan kemerdekaan dan merti dusun.Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang, keterlibatan dalam tradisi ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana budaya lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi yang tampak sederhana ternyata menyimpan pesan mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam, sesama manusia, serta nilai-nilai kebangsaan.Jejak filosofi tersebut terlihat dari penggunaan kendi tanah liat dan bumbung bambu yang dibawa dalam prosesi. Bagi masyarakat Jawa, air tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai simbol kesucian dan sumber kehidupan. Air yang berasal dari mata air menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki sumber yang harus dijaga bersama.Dalam konteks peringatan kemerdekaan, Mundut Tirto dimaknai sebagai ajakan untuk kembali menyegarkan niat dan mengingat nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bersama. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.salah satu tokoh masyarakat Desa Doplang menjelaskan bahwa filosofi air menjadi bagian penting dari pesan yang ingin diwariskan melalui tradisi tersebut.“Kemerdekaan itu ibarat air jernih dari sendang. Kalau tidak kita rawat sumbernya dan tidak kita jaga alirannya, air itu bisa keruh oleh kesombongan dan pertikaian. Ritual mengambil air ini menjadi pengingat tahunan agar warga Doplang selalu ingat akar tradisi dan menjaga kerukunan.”Pesan tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo. Di tengah kehidupan modern yang semakin dekat dengan teknologi dan media digital, tradisi seperti Mundut Tirto menunjukkan bahwa nilai kebersamaan tetap dapat dirawat melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.Prosesi Mundut Tirto dimulai sejak pagi. Warga berjalan kaki dalam iring-iringan kirab menuju sejumlah sumber mata air yang dianggap memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat desa. Dengan mengenakan pakaian adat dan membawa wadah tradisional, warga mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 22 turut mengikuti dan mengamati rangkaian kegiatan tersebut. Bagi mereka, pengalaman ini bukan sekadar bagian dari program pengabdian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kearifan lokal yang tumbuh dan bertahan di tengah masyarakat.Air yang diambil dari beberapa sumber kemudian dibawa dan disatukan dalam satu wadah besar di pusat desa. Proses penyatuan tersebut menjadi salah satu bagian paling simbolis dalam tradisi Mundut Tirto. Air yang berasal dari berbagai sumber melebur menjadi satu, menggambarkan keberagaman masyarakat yang tetap dapat hidup berdampingan dalam satu kesatuan.Filosofi tersebut sejalan dengan semangat kebhinekaan Indonesia. Perbedaan latar belakang, usia, pekerjaan, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebagaimana air yang berasal dari sumber berbeda dapat menyatu, masyarakat pun diharapkan mampu menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.Setelah prosesi penyatuan air, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon ketenteraman, keselamatan, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Doplang. Dalam momentum HUT RI, doa juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa serta harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian.Air yang telah didoakan kemudian dipercikkan atau dibagikan kepada warga, khususnya generasi muda. Prosesi tersebut menjadi simbol estafet nilai dari generasi sebelumnya kepada generasi penerus. Air tidak hanya dimaknai sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai simbol keberkahan, ketenangan, dan harapan agar nilai-nilai luhur masyarakat tetap mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.Menariknya, di tengah gempuran budaya digital, tradisi Mundut Tirto justru mampu menarik perhatian generasi muda Desa Doplang. Sebagian pemuda hadir untuk membantu persiapan, mengikuti kirab, hingga mendokumentasikan prosesi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu harus dipertentangkan dengan perkembangan zaman. Justru melalui keterlibatan generasi muda, tradisi dapat terus dikenalkan dan diwariskan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan masa kini.Hal tersebut juga menjadi pelajaran bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang. Selama berada di Desa Doplang, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga belajar bahwa masyarakat memiliki pengetahuan dan kearifan yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.

 

Mundut Tirto mengajarkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas para sesepuh atau tokoh adat. Generasi muda, termasuk mahasiswa, memiliki peran untuk mengenal, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisi kepada masyarakat yang lebih luas.Pada akhirnya, Mundut Tirto di Desa Doplang membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dengan kemeriahan. Ada kalanya kemerdekaan justru dirayakan melalui keheningan, doa, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur.

Baca Juga

smkn 1 banda aceh, marketing, yamaha

Dari Ruang Kelas ke Dealer Yamaha, Siswa SMK Belajar Marketing Nyata

20 October 2026
Dokumentasi kegiatan

Sekolah Nusantara, Ruang Anak Belajar dan Bertumbuh di Rumah Baca Oase

20 October 2026
Tradisi Sambatan

Nguri-uri tradisi Sambatan: Mahamurid UNNES Rawat Gotong Royong Jawa Lewat Bahan Ajar Matematika

20 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 20 at 11.40.13 AM

Belajar Statistika Tanpa Cemas: Platform Belajar Interaktif Ini Hadirkan Pendekatan Belajar yang Lebih Peduli Siswa

20 October 2026

 

Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 22, mengikuti tradisi Mundut Tirto menjadi pengalaman yang memperkaya proses pengabdian mereka. Dari mata air Desa Doplang, mereka belajar bahwa kehidupan memiliki sumber yang harus dijaga, kebersamaan harus dirawat, dan nilai-nilai luhur harus terus dialirkan kepada generasi berikutnya.Sebab, sebagaimana air yang terus mengalir dari mata air menuju kehidupan, demikian pula tradisi dan nilai kebersamaan diharapkan terus mengalir—menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan masyarakat Desa Doplang.

 

(Tim KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 22)

    Tags: Desa DoplangFIlosofiKKNMakna KemerdekaanMIT ke-22Mundut TirtoTradisiUIN Walisongo
    Share343Tweet215Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Lapas Bandanaira Dorong Peserta Magang Belajar, Berkembang, dan Produktif

    Next Post

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    Ananta syarifa rudya azzahra

    Ananta syarifa rudya azzahra

    Related Posts

    smkn 1 banda aceh, marketing, yamaha

    Dari Ruang Kelas ke Dealer Yamaha, Siswa SMK Belajar Marketing Nyata

    20 October 2026
    Dokumentasi kegiatan

    Sekolah Nusantara, Ruang Anak Belajar dan Bertumbuh di Rumah Baca Oase

    20 October 2026
    Tradisi Sambatan

    Nguri-uri tradisi Sambatan: Mahamurid UNNES Rawat Gotong Royong Jawa Lewat Bahan Ajar Matematika

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 11.40.13 AM

    Belajar Statistika Tanpa Cemas: Platform Belajar Interaktif Ini Hadirkan Pendekatan Belajar yang Lebih Peduli Siswa

    20 October 2026
    Next Post
    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    WhatsApp Image 2026 08 20 at 14.02.251

    Pengabdian BIMA USK Hadirkan Instalasi Air Bersih di Aceh Tamiang

    pelepah

    Menyusuri Pamongan, Menemukan Cerita di Balik Setiap Usaha

    Hasan Komarudin, Pemateri dalam LDKS Ponpes Al-Hikam

    LDKS Pondok Pesantren Al Hikam Siapkan 26 Santri Menjadi Pemimpin Organisasi

    Ilustrasi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan perusahaan. (Ilustrasi/AI)

    Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 20 at 14.48.13

    Bantuan Indonesia untuk Palestina : Solidaritas Kemanusiaan yang Perlu Diperkuat dengan Diplomasi

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 13.02.40

    Dukung Pelayanan Prima, Kakanwil Ditjenpas Bengkulu Tinjau Sarana dan Prasarana Rutan Bengkulu

    20 October 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Pemasyarakatan, Ditjen Pemasyarakatan, Rehabilitasi Warga Binaan, Reedukasi, Asesmen Warga Binaan, Overkapasitas Lapas

    Atasi Overkapasitas, Lapas Bengkulu Perkuat Persiapan Asesmen Warga Binaan

    20 October 2026
    pesantren

    Pulang ke Pesantren Lewat Jalan Pengabdian, Kisah Madani di Aceh

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 25 at 17.22.26

    KOBAR Perluas Promosi UMKM Jakarta Barat lewat Kolaborasi TP PKK, Dennis Adhiswara, IMDE, TikTok Shop, dan Tokopedia

    20 October 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, BRI Bengkulu, BRI Cabang Bengkulu, Bambang Wiyadi

    Kunjungan Kepala BRI Cabang Bengkulu, Kalapas Dorong Komunikasi Positif

    20 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita