Upaya memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Di Jakarta Barat, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) mengembangkan program KOBAR atau Kolaborasi Promosi Digital Terintegrasi untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk secara lebih luas sekaligus meningkatkan kemampuan berjualan melalui kanal digital.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tim Penggerak PKK (TP PKK) Jakarta Barat, aktor sekaligus pegiat industri kreatif Dennis Adhiswara, Institut Media Digital Emtek (IMDE), hingga platform perdagangan digital TikTok Shop dan Tokopedia. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendampingan, pelatihan, kampanye promosi, serta kegiatan live shopping yang mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen secara daring.
Salah satu kegiatan utama KOBAR adalah live shopping Semarak Beli Lokal atau Jumat Beli Lokal yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, di kampus IMDE. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan melibatkan Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, Eka Ali Murthadho, serta Dennis Adhiswara dalam upaya mempromosikan produk UMKM binaan Jakpreneur.
Berdasarkan laporan aksi perubahan KOBAR, kegiatan live shopping tersebut memperoleh 1.929 penonton. Dari sisi transaksi, tercatat 135 unit produk terjual dengan nilai penjualan teratribusi sebesar Rp3.943.601. Sebanyak 27 dari 40 produk yang ditampilkan tercatat menghasilkan penjualan.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil yang dapat diukur dari pelaksanaan kampanye. Namun, KOBAR tidak hanya berfokus pada jumlah penonton maupun penjualan dalam satu kegiatan. Program ini juga diarahkan untuk membangun kemampuan pelaku usaha agar semakin siap memanfaatkan teknologi digital dan dapat menjalankan promosi secara mandiri setelah rangkaian kampanye selesai.

Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan secara Digital
KOBAR dikembangkan untuk menjawab tantangan pemasaran produk Jakpreneur yang sebelumnya belum sepenuhnya terintegrasi. Pemanfaatan kanal digital, pembaruan data usaha, penyusunan materi promosi, dan pemantauan hasil pemasaran menjadi beberapa aspek yang perlu diperkuat agar promosi dapat berjalan lebih terarah.
Melalui program ini, pelaku usaha tidak hanya diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan promosi, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pemasaran mereka. Materi yang diberikan mencakup cara mempromosikan toko, menyusun storytelling produk, membuat pembuka konten atau hook, hingga menyampaikan ajakan kepada calon pembeli melalui call to action.
Pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan untuk memperbarui tampilan toko digital, termasuk memperbaiki foto produk dan melengkapi informasi yang diperlukan konsumen. Langkah tersebut penting karena promosi tidak berhenti pada upaya menarik perhatian audiens. Produk yang ditampilkan juga perlu memiliki informasi yang jelas dan akses pembelian yang dapat digunakan konsumen.
Kepala Seksi Perdagangan Sudin PPKUKM Jakarta Barat, Aris Nawati, menjelaskan dalam pemberitaan resmi Pemkot Jakarta Barat bahwa rangkaian KOBAR terdiri atas pelatihan, mini live shopping, hingga live shopping. Rangkaian ini disusun agar pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mempraktikkan materi yang telah diperoleh dan semakin mandiri mempromosikan produknya.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan promosi diharapkan tidak hanya bergantung pada agenda yang diselenggarakan pemerintah. Pelaku usaha juga didorong untuk terus mengembangkan kemampuan membuat konten dan melakukan siaran langsung melalui akun usahanya masing-masing.
Peran TP PKK dan Dennis Adhiswara dalam Promosi Produk Lokal
Keterlibatan Eka Ali Murthadho dalam kegiatan Jumat Beli Lokal menjadi bagian dari dukungan TP PKK Jakarta Barat terhadap pengembangan UMKM melalui teknologi dan pemasaran digital.
Dalam pemberitaan resmi Pemkot Jakarta Barat pada 25 September 2026, Eka mengapresiasi kolaborasi Sudin PPKUKM Jakarta Barat, IMDE, dan para pelaku usaha. Ia menilai pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan promosi sehingga produk lokal semakin dikenal masyarakat.
Kehadiran Dennis Adhiswara turut menjadi bagian dari kolaborasi promosi dalam kegiatan live shopping. Format siaran langsung memberi ruang untuk memperkenalkan produk secara lebih interaktif sekaligus menyampaikan informasi kepada audiens yang mengikuti kegiatan.
Bagi pelaku UMKM, promosi melalui siaran langsung dapat menjadi salah satu alternatif pemasaran yang perlu terus dipelajari dan dikembangkan. Selain menampilkan produk, pelaku usaha perlu mampu menjelaskan keunggulan produk, memberikan informasi secara komunikatif, dan mengarahkan calon konsumen ke kanal pembelian yang tersedia.
Kolaborasi lintas pihak dalam KOBAR juga memperlihatkan bahwa pengembangan pemasaran digital memerlukan dukungan yang saling melengkapi. Pemerintah berperan dalam fasilitasi dan koordinasi, lembaga pendidikan mendukung peningkatan keterampilan, sedangkan platform digital menyediakan kanal bagi produk lokal untuk dipromosikan dan ditemukan konsumen.
KOBAR 9.9 Menjadi Tahap Awal Kampanye
Sebelum pelaksanaan Jumat Beli Lokal, KOBAR telah menggelar kampanye KOBAR 9.9 Semarak Beli Lokal pada 9 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku usaha binaan Jakpreneur di berbagai kecamatan di Jakarta Barat melalui etalase digital Tokopedia.
Pada tahap ini, pelaku usaha didorong untuk mulai melakukan live streaming melalui akun masing-masing. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya agar kemampuan pemasaran digital tidak hanya digunakan ketika ada kegiatan promosi bersama, tetapi juga bisa diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Pemberitaan resmi Pemkot Jakarta Barat mencatat bahwa kegiatan KOBAR 9.9 turut disertai pelatihan dan pendampingan. Di Kecamatan Kebon Jeruk, misalnya, produk aksesori dari DeUx (Myamor) dan keramik buatan tangan Jinjit Pottery diperkenalkan melalui kegiatan live shopping.
Pemilik Jinjit Pottery, Antin Sambodo, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Sudin PPKUKM Jakarta Barat. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mencoba pemasaran melalui siaran langsung sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat digunakan untuk promosi berikutnya.
Rangkaian KOBAR 9.9 dan Jumat Beli Lokal memperlihatkan bahwa program ini dikembangkan melalui beberapa tahapan. Pelaku usaha mendapatkan pendampingan, mencoba memasarkan produk, kemudian memperoleh kesempatan untuk memperluas promosi melalui kampanye digital yang melibatkan berbagai pihak.
Jumlah Pelaku Usaha Aktif Meningkat Menjadi 69
Selain hasil live shopping, salah satu capaian KOBAR terlihat dari peningkatan jumlah pelaku usaha yang aktif pada landing page Semarak Beli Lokal. Dalam laporan aksi perubahan KOBAR, kondisi awal menunjukkan bahwa dari 64 pelaku usaha yang terdata, hanya 27 usaha yang aktif pada kanal tersebut.
Setelah pelaksanaan program, jumlah pelaku usaha aktif tercatat meningkat menjadi 69, atau bertambah 42 usaha dari kondisi awal. Jumlah tersebut melampaui target minimal 34 pelaku usaha aktif yang ditetapkan dalam aksi perubahan, dengan realisasi sebesar 202,9 persen dari target.
Akses promosi juga diperluas melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Kedua platform tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan promosi produk dengan kanal penjualan sehingga konsumen memiliki akses untuk menemukan produk lokal secara daring.
Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, hingga produk kesehatan dan kecantikan. Keberagaman ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dengan jenis produk berbeda untuk memanfaatkan pemasaran digital sesuai karakteristik dan kebutuhan usahanya.
Meski demikian, peningkatan jumlah toko aktif dan hasil penjualan dari kegiatan promosi belum otomatis menunjukkan dampak jangka panjang bagi seluruh pelaku usaha. Keberlanjutan pemasaran tetap memerlukan konsistensi dalam memperbarui informasi, menjaga ketersediaan stok, memastikan kesesuaian harga, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Perlu Keberlanjutan dan Pendampingan
Keberlanjutan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan KOBAR. Laporan aksi perubahan program ini mengarahkan tindak lanjut pada pembaruan data toko secara berkala, penyusunan agenda publikasi bersama, pemantauan hasil promosi, serta penguatan kerja sama dengan mitra.
KOBAR juga diarahkan untuk memiliki peluang replikasi bersama perangkat daerah pengampu Jakpreneur pada 2027. Rencana tersebut masih berupa pengembangan program yang akan memerlukan pemetaan calon peserta, identifikasi kebutuhan pendampingan, dan persiapan pelaku usaha agar dapat mengikuti pemasaran digital dengan lebih baik.
Upaya tersebut diperlukan agar promosi tidak hanya ramai ketika kampanye berlangsung. Pelaku usaha perlu terus menggunakan kanal digital, menjaga kualitas informasi produknya, dan mengevaluasi hasil pemasaran untuk mengetahui strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha.
Melalui KOBAR, Sudin PPKUKM Jakarta Barat berupaya mempertemukan promosi, pendampingan, dan kolaborasi dalam satu rangkaian pengembangan UMKM. Capaian live shopping serta bertambahnya pelaku usaha aktif menjadi bagian dari hasil pelaksanaan program, sementara tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi promosi dan memperluas manfaatnya bagi pelaku usaha lokal.
Dengan dukungan pemerintah, TP PKK, IMDE, platform digital, serta mitra promosi, KOBAR diharapkan dapat menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemasaran produk UMKM Jakarta Barat dan membuka peluang bagi produk lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat.
























