Pelataran, Surabaya, (20/10/2026) – Konflik yang berkepanjangan di Palestina, khususnya di jalus Gaza, telah menimbulkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian masyarakat internasional. Kebutuhan ini terhadap makanan, dan layanan kesehatan, warga sipil menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan kebutuhan mendesak. Dalam situaasi tersebut, Indonesia memiliki peran penting melalui penyaluran bantuan serta upaya diplomasi untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan rakyat Palestina (BAZNAS RI, 2026)
Dukungan Indonesian terhadapa Palestina tidak hanya terlihat melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui bantuan konkret, salah satu contohnya adalah penyaluran bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada Februari 2026. Berdasarkan laporan resmi BAZNAS pada 23 Februari 2026, bantuan senilai Rp 9,3miliar disalurkan untuk masyaraka Palestina. Bantuan tersebut mencakup lima unit ambulans, satu set peralatan endoskop medis yang sudah diserahkan kepada Rumah Sakit yang ada di Mesir, serta 15.000 paket makanan, Penyalurannya dilakukan secara bertahap pada 9-11 Februari 2026 dengan melibatkan mitra kemanusiaan di Mesir (BAZNAS RI, 2026).
Data tersebut memperlihatkan bahwa dukungan Indonesia melibatkan berbagai bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak konflik. Ambulans dan peralatan medis mendukung pelayanan kesehatan, sedangkan paket makanan membantu memenuhi kebutuhan dasar. Namun, besarnya nilai bantuan yang tidak dapat menjadi salah satunya ukuran keberhasilan. Hal yang tidak kalah penting adalah apakah bantuan dapat menjangkau penerima yang membutuhkan secara tepat waktu dan berkelanjutan (BAZNAS RI, 2026).
Dalam hubungan internasional, upaya tersebut dapaat dipahami melalui konsep diplomasi kemanusiaan. Diplomasi kemanusiaan itu sendiri merupakan upaya yang membangun komunikasi, negosiasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan akses bantuan serta perlindungan bagi masyarakat yang sudah terdampak krisis Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. (2020). Dengan demikian, penyaluran bantuan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan hubungan diplomatik, koordinasi lintas negara dan upaya memperoleh akses menuju wilayah yang membutuhkan pertolongan.
Penelitian menurut Dewi Suratiningsih, Dea Pupita, dan Safira pada tahun (2020). dalam proyeks: Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora pada 2020 membahas diplomasi perdamaian dan kemanusiaan Indonesia dalam isu Palestina selama periode 2014-2020. Penelitian tersebut menyoroti peran pemerintah dan organisasi nonpemerintah atau non govermental organizations (NGO) dalam mendukung masyarakat Palestina. Dengan menggunakan perspektif multi track diplomacy, penelitian itu menunjukkan bahwa pemerintah dan organisasi kemanusiaan dapat menjalankan peran yang saling melengkapi dalam upaya menghadapi krisis kemanusiaan (Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. 2020).
Persepektif tersebut sangat relevan untuk dipahami bahwa bantuan dari Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Organisasi kemanusiaan, lembaga zakat, komunitas masyarkat, dan individu juga dapat berkontribusi melalui pengumpulan dana, penyediaan kebutuhan dasar, serta kerja sama dengan mitra penyalur. Ketertibn beragam aktor memperluas partisipasi masyarakat sekaligus membuka peluang untuk memperkuat jaringan kemanusiaan lintas negara (Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. 2020).
Meski demikian, bantuan kemanusiaan menghadapi tantanga yanng tidak sederhana, konflik bersenjata,dan juga keterbatasan akses, kondisi keamanan, dan hambatan logistik dapat memengaruhi kelancaran distribusi. Bantuan yang telah dikumpulkan belum tentu langsung sampai kepada seluruh penerima.Karena itu, diplomasi dibutuhkan untuk mendorong akses kemanusiaan, memperkuat koordinasi dengan mitra internasional, dan memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan warga sipil (Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. 2020).
Tantangan lainnya adalah harus menjaga akuntabilitas dan infromasi menganai nilai bantuan, jenis barang pada jalur distribusi, dan penerima manfaat yang perlu disampaikan secara transparan. Pelaporan yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membantu publik membedakan antara bantuan yang baru telah diumumkan, bantuan yang sedang dikirim, bantuan yang telah diterima. Transparansi juga sangat penting untuk memastikan bahwa solidaritas masyarakat dikelola secara bertanggung jawab (Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. 2020).
Tantangan lainnya adalah harus menjaga akuntabilitas dan infromasi menganai nilai bantuan, jenis barang pada jalur distribusi, dan penerima manfaat yang perlu disampaikan secara transparan. Pelaporan yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membantu publik membedakan antara bantuan yang baru telah diumumkan, bantuan yang sedang dikirim, bantuan yang telah diterima. Transparansi juga sangat penting untuk memastikan bahwa solidaritas masyarakat dikelola secara bertanggung jawab (Suratiningsih, D., Pupita, D., & Safira, S. 2020).
Oleh sebab itu, Indonesia perlu memperkuat sinergi antara pemerintah organisasi kemanusiaan, dan mitra internasional. Kerja sama tersebut harus disertai evaluasi penyaluran, keterbukaan informasi, serta diplomasi yang berkelanjutan untuk mendorong akses bantuan. Bantuan darurat memang penting, tetapi upaya kemanusiaan juga perlu diiringi dukungan terhadap penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan (Yunazwardi, M. I., Syuryansyah, & Rimapradesi, Y. 2025).
Bantuan Indonesia untuk Palestina merupakan wujud solidaritas yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak. Akan tetapi keberhasilan itu tidak cukup dinilai dari jumlah dana atau banyaknya barang yang dikirim. Ukuran yang lebih bermakna adalah sejauh mana bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan bagaiman diplomasi ini mampu membantu menjaga akses akses kemanusiaan. Solidarita perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, tata kelola yang transaparan, dan juga komitmen diplomatik yang konsisten agaran bantu tidak berhenti sebagai simbol kepedulian, tetapi benar benar menjadi dukungan bagi kehidupan manusia



















