Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

AI dan Opini Publik: Siapa Sebenarnya yang Membentuk Pikiran Kita?

Agus Budiana by Agus Budiana
28 September 2026
in Opini
A A
0
Ilustrasi seorang perempuan sedang mengamati informasi dari suatu media (Generated by AI)

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengamati informasi dari suatu media (Generated by AI)

852
SHARES
1.2k
VIEWS

Ada sesuatu yang berubah diam-diam dalam cara kita membentuk pandangan tentang dunia. Dulu, opini publik lahir dari obrolan warung kopi, siaran berita malam, atau debat di media sosial yang riuh dan kadang liar.

Sekarang, semakin banyak dari kita yang bertanya pada chatbot sebelum bertanya pada tetangga. Kita minta AI merangkum berita, menuliskan ulang unggahan media sosial agar “lebih baik”, bahkan menjelaskan siapa yang benar dalam sebuah perdebatan. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI memengaruhi opini publik itu sudah terjadi melainkan seberapa dalam, seberapa halus, dan siapa yang sebenarnya mengendalikan arah pengaruh itu.

Ketika Algoritma Diam-Diam Menggeser Sikap Kita

Yang membuat gelisah bukan skenario AI yang secara terang-terangan menyebarkan propaganda, melainkan sesuatu yang jauh lebih sunyi, AI yang “hanya” membantu menulis ulang kalimat, tapi tanpa disadari menggeser maknanya.

Riset dari Oxford Internet Institute bersama Hasso Plattner Institute menemukan bahwa model bahasa besar (LLM) secara konsisten mengubah arah pesan dalam unggahan-unggahan tentang topik kontroversial, bahkan ketika modelnya diminta mempertahankan makna asli teksnya. Pergeseran-pergeseran kecil semacam ini, bila terjadi berulang di jutaan unggahan, bisa terakumulasi dan lambat laun menggeser opini kolektif di seluruh jaringan sosial.

Sandra Wachter, guru besar teknologi dan regulasi di Oxford Internet Institute, memandang temuan ini sebagai peringatan penting menurutnya, komunikasi yang dimediasi AI merupakan cara baru yang jauh lebih halus untuk memengaruhi opini publik sebuah pola pengaruh yang belum berhasil dikejar oleh regulasi yang ada saat ini dan ini memberi kita bahan renungan tentang siapa, atau apa, yang sesungguhnya sedang membentuk wacana publik hari ini.

Yang lebih mengkhawatirkan, arah bias ini ternyata tidak melulu bawaan dari model AI-nya sendiri, melainkan juga dari instruksi tersembunyi yang diberikan platform. Dalam salah satu pengujian, para peneliti menemukan bahwa satu baris instruksi saja pada model Grok di platform X untuk “menantang narasi mainstream bila perlu” sudah cukup membuat AI tersebut condong mendukung sikap tertentu dalam isu aborsi.

Artinya, keputusan bisnis yang tampak sepele di balik layar bisa diam-diam mengarahkan jutaan opini publik, jauh dari jangkauan pengawasan yang ada saat ini.

Jurang yang Melebar Antara Pakar dan Publik

Fenomena lain yang tak kalah penting adalah betapa jauhnya jarak pandangan antara mereka yang membangun AI dan mereka yang sehari-hari hidup berdampingan dengannya. Laporan tahunan AI Index 2026 dari Stanford Institute for Human-Centered AI (HAI) menemukan kesenjangan yang cukup mencolok: soal dampak AI terhadap pekerjaan, 73 persen pakar AI optimistis, sementara hanya 23 persen masyarakat umum yang berpandangan sama selisih 50 poin persentase.

Pola serupa juga muncul saat membahas dampak AI terhadap perekonomian maupun layanan medis. Singkatnya, dua kelompok ini seolah hidup di dua realitas yang berbeda soal teknologi yang sama.

Sha Sajadieh, yang memimpin penyusunan AI Index di Stanford HAI, menangkap kegelisahan di balik data tersebut lewat sebuah pertanyaan mendasar: menurutnya, persoalan intinya adalah apakah kita sebagai masyarakat sudah cukup siap untuk mengelola arah perkembangan AI, menyerap gejolak yang ditimbulkannya, dan pada akhirnya menentukan sendiri bagaimana teknologi ini akan dimanfaatkan.

Pertanyaan ini terasa relevan justru karena laporan yang sama mencatat bahwa kepercayaan publik terhadap AI cenderung menurun seiring waktu, sementara antusiasme para pakar justru relatif stabil tinggi dua kurva yang bergerak berlawanan arah.

Kesenjangan semacam ini bukan sekadar statistik yang menarik untuk dibahas di ruang seminar. Ia punya konsekuensi nyata bagi opini publik: ketika para pembuat kebijakan dan pengembang AI berangkat dari optimisme yang tidak dibagikan oleh masyarakat luas, jarak kepercayaan itu sendiri bisa menjadi bahan bakar kecurigaan, teori konspirasi, dan resistensi terhadap regulasi yang sebenarnya dibutuhkan bersama.

Panggung Politik: Dari Kampanye Cepat sampai Ancaman Pemilu

Di ranah paling nyata politik dan pemilu dampak AI terhadap opini publik sudah mulai terasa, meski belum sedramatis yang dibayangkan banyak orang. Andrew Selepak, akademisi dari University of Florida yang mengamati peran AI dalam pemilu Amerika Serikat, melihat situasinya dengan cukup berimbang. Ia menilai bahwa meski konten berbasis

AI mungkin memang beredar lewat aplikasi pesan, terutama di kalangan kelompok pemilih tertentu, belum ada bukti kuat bahwa penyebarannya luas atau benar-benar berdampak signifikan pada hasil pemilu terakhir.

Namun ia menekankan bahwa AI tetap punya peran penting di balik layar: teknologi ini memungkinkan tim kampanye melakukan pemantauan opini di media sosial, merangkum pemberitaan secara cepat, serta menyusun pesan kampanye di media sosial dan surel dengan lebih murah dan efisien.

Yang menarik dari pandangannya adalah peringatan ke depan. Selepak memperkirakan bahwa siklus pemilu-pemilu berikutnya bisa jadi berbeda, seiring teknologi AI yang makin luas dipakai dan makin mudah diakses, sehingga berpotensi memengaruhi hasil pemilu secara lebih nyata.

Namun ia melihat sisi baiknya juga: rentang waktu yang masih tersisa ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi, media, pemerintah, maupun para pemilih untuk bersiap dan menjaga integritas pemilu ke depan. Nada optimistis semacam ini penting untuk diingat di tengah kepanikan moral yang sering menyertai pembahasan AI dan demokrasi bahwa ancaman itu nyata, tapi bukan berarti kita tidak berdaya menghadapinya.

Jadi, Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap?

Kalau ditarik benang merahnya, ada pola yang cukup jelas dari ketiga sudut pandang di atas. Pengaruh AI terhadap opini publik bukan lagi soal “jika”, melainkan “bagaimana” dan “siapa yang mengendalikan”.

Baca Juga

ilustrasi chip terkunci 1

Ketika Dua Chip Saling Mengunci dalam Rekonsiliasi Trump dan Xi Jinping

28 September 2026
ChatGPT Image 25 Sep 2026 20.17.59 100kb

Elastisitas Permintaan Komoditas Indonesia: Konsep dan Analisis Perbandingan

27 September 2026
IMG 20260926 WA0000

Antara Kepentingan Ekonomi Dan Kepentingan Publik: Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Eksternalitas

27 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 25 at 21.03.07

Takut Ketinggalan Zaman, Gelombang FOMO Dorong Pengguna Medsos Adopsi AI Picu Kasus Cyber Criminal Baru

26 September 2026

Ia bisa hadir lewat pergeseran makna yang nyaris tak terlihat pada tulisan yang kita baca sehari-hari, lewat pergeseran otoritas dari orang banyak kembali ke segelintir “ahli” atau pembuat sistem, dan lewat perkakas baru dalam kontestasi politik yang dampak penuhnya baru akan terasa beberapa siklus pemilu ke depan.

Yang perlu kita jaga bersama, sebagai pengguna maupun sebagai masyarakat, adalah kesadaran bahwa “objektivitas” jawaban AI tidak pernah benar-benar netral selalu ada tangan manusia di baliknya, entah lewat data yang dipilih, instruksi yang disematkan, atau kebijakan platform yang menaunginya.

Literasi terhadap AI, dalam pengertian ini, bukan sekadar soal bisa memakainya, tapi soal cukup kritis untuk bertanya: siapa yang menulis instruksi di balik jawaban yang saya baca ini?

    Tags: AIOpini PublikPikiran
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Kontrol Rutin, Pastikan Kamar Hunian Sesuai SOP, Lapas Mojokerto Perkuat Deteksi Dini

    Next Post

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    Agus Budiana

    Agus Budiana

    Agus Budiana adalah jurnalis, penulis, dan mantan akademisi di bidang komunikasi.  Memiliki perhatian pada isu jurnalistik, media digital, komunikasi publik, kecerdasan buatan (AI), literasi digital, serta perkembangan media dan teknologi. Alumni Journalism Course Thomson Foundation UK (Inggris), anggota Society for Features Journalism USA (Amerika), alumni Mafindo Institute (Fact-Checking - Anti-Scam dan AI). Aktif menulis opini dan artikel mengenai media, komunikasi, jurnalistik, dan berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat. Latar belakang di bidang ilmu komunikasi menjadi landasan dalam melihat perubahan lanskap media dan komunikasi di era digital.

    Related Posts

    ilustrasi chip terkunci 1

    Ketika Dua Chip Saling Mengunci dalam Rekonsiliasi Trump dan Xi Jinping

    28 September 2026
    ChatGPT Image 25 Sep 2026 20.17.59 100kb

    Elastisitas Permintaan Komoditas Indonesia: Konsep dan Analisis Perbandingan

    27 September 2026
    IMG 20260926 WA0000

    Antara Kepentingan Ekonomi Dan Kepentingan Publik: Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Eksternalitas

    27 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 25 at 21.03.07

    Takut Ketinggalan Zaman, Gelombang FOMO Dorong Pengguna Medsos Adopsi AI Picu Kasus Cyber Criminal Baru

    26 September 2026
    Next Post
    FB IMG 1790586087848

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    ilustrasi chip terkunci 1

    Ketika Dua Chip Saling Mengunci dalam Rekonsiliasi Trump dan Xi Jinping

    WhatsApp Image 2026 09 28 at 12.28.24 300kb

    Keterampilan Jadi Bekal, Lapas Mojokerto Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Pentol

    WhatsApp Image 2026 09 28 at 11.43.10

    Perkuat Tata Kelola dan Program Prioritas, Kalapas Ternate Simak Arahan Strategis Kakanwil Ditjenpas Malut

    IMG 20260928 WA0029

    Kolaborasi BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Hadirkan Dakwah Humanis bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 20260928 WA0029

    Kolaborasi BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Hadirkan Dakwah Humanis bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

    28 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 28 at 11.43.10

    Perkuat Tata Kelola dan Program Prioritas, Kalapas Ternate Simak Arahan Strategis Kakanwil Ditjenpas Malut

    28 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 28 at 12.28.24 300kb

    Keterampilan Jadi Bekal, Lapas Mojokerto Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Pentol

    28 September 2026
    ilustrasi chip terkunci 1

    Ketika Dua Chip Saling Mengunci dalam Rekonsiliasi Trump dan Xi Jinping

    28 September 2026
    FB IMG 1790586087848

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    28 September 2026
    Ilustrasi seorang perempuan sedang mengamati informasi dari suatu media (Generated by AI)

    AI dan Opini Publik: Siapa Sebenarnya yang Membentuk Pikiran Kita?

    28 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita