Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif di Bimbingan Kerja (Bimker). Salah satunya melalui pembuatan pentol menggunakan mesin pengolah pentol sehingga proses produksi lebih higienis dan efisien. Hasil produksi kemudian dijual di lingkungan Lapas sekaligus menjadi sarana mengenalkan proses usaha sederhana, Senin (28/9).
Dalam kegiatan tersebut diawasi langsung oleh kepala subseksi kegiatan kerja, Aviudin Kusuma, menyampaikan bahwa warga binaan terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan hingga mencetak pentol menggunakan mesin.”Penggunaan mesin membantu menghasilkan bentuk pentol yang lebih seragam serta mendukung proses produksi yang lebih bersih dan teratur. Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman kepada warga binaan dalam mengelola produk makanan yang memiliki nilai ekonomi,”jelas Aviudin.
Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan kemandirian tersebut. Menurutnya, pemanfaatan mesin dalam proses produksi menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman keterampilan yang relevan kepada warga binaan. “Kami terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki nilai manfaat. Melalui produksi pentol ini, warga binaan tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengenal proses produksi yang higienis dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Arifin.
Salah seorang warga binaan berinisial GM mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. “Di sini kami belajar membuat pentol menggunakan mesin, mulai dari menyiapkan bahan sampai pentol siap dijual. Prosesnya lebih mudah, rapi dan bersih. Semoga keterampilan ini bisa saya kembangkan dan menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkap GM.
Melalui kegiatan produksi pentol di Bimker, Lapas Mojokerto terus berupaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang praktis dan produktif. Selain memberikan keterampilan kepada warga binaan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mendukung pengembangan UMKM, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.




















