Ternate – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, bersama jajaran pejabat struktural dan operator terkait mengikuti rapat arahan evaluasi bersama kepala upt pemasyarakatan se-maluku utara secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Bagus Kurniawan, yang menekankan berbagai aspek strategis pemasyarakatan, Senin (28/09).
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada sejumlah poin krusial, antara lain pelaksanaan Program 15 Pro Aksi Menteri, optimalisasi penggunaan aplikasi SRIKANDI, pemasangan papan nama rumah dinas, penguatan ketahanan pangan, hingga pemilihan operator terkait yang tepat untuk mendukung pelaksanaan program.
Selain itu, penekanan juga diberikan pada penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pengembangan UMKM berkelanjutan, penegakan integritas agar temuan BPK tidak terulang, pemanfaatan barcode SP4N LAPOR, hingga penggunaan logo baru Kemenimipas.

Menanggapi berbagai agenda strategis yang dibahas, Kalapas Ternate Faozul Ansori menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk langsung menindaklanjuti seluruh petunjuk dan arahan dari kakanwil.
“Kami di Lapas Ternate siap menindaklanjuti setiap poin arahan yang disampaikan oleh Bapak Kakanwil. Mulai dari percepatan tata kelola digital via aplikasi SRIKANDI, penguatan program pembinaan WBP seperti pendidikan kesetaraan dan ketahanan pangan, hingga menjaga komitmen penuh menghadirkan layanan reintegrasi yang transparan dan bersih dari pungli,” tegas Faozul Ansori.
Secara khusus, Kakanwil Ditjenpas Maluku Utara, Bagus Kurniawan, mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga profesionalisme dan standar pelayanan publik.
“Seluruh jajaran Pemasyarakatan di Maluku Utara wajib menjaga integritas. Hindari pungli dan jangan pernah memberikan janji manis kepada WBP dalam hal layanan reintegrasi. Seluruh proses pembinaan dan pelayanan harus berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai aturan yang berlaku,” ujar Bagus Kurniawan.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi bimbingan teknis bagi para operator terkait guna memastikan seluruh arahan strategis dapat diimplementasikan secara presisi di tingkat operasional.




















