MALANG 07 November — Penguatan pendidikan vokasi tidak cukup hanya melalui pengembangan kurikulum dan peningkatan keterampilan teknis siswa. Hubungan antara sekolah, guru, organisasi profesi, dan dunia industri juga menjadi faktor penting dalam membangun kesiapan kerja generasi muda.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Workshop MGMP Pemasaran Kabupaten Malang yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Turen, Sabtu (7/11/2026), dengan mengusung tema “Kompeten, Terlihat, Terkoneksi!”.
Kegiatan menghadirkan Ahmad Madani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), sebagai narasumber. Workshop membahas strategi visibilitas digital, personal branding, dan pengembangan jejaring profesional bagi guru Pemasaran serta perwakilan siswa SMK.
Ahmad Madani menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah memperluas cara seseorang memperkenalkan kompetensi. Guru yang memiliki pengalaman dan inovasi pembelajaran dapat membagikan praktik baik melalui berbagai kanal profesional, sementara siswa dapat membangun portofolio berdasarkan karya yang telah dihasilkan selama belajar.
Namun, ia mengingatkan bahwa visibilitas tidak boleh diartikan sebagai upaya mencari popularitas semata. Identitas profesional harus memiliki fondasi berupa kompetensi, pengalaman nyata, dan kontribusi yang bermanfaat.
“Guru dan siswa perlu memiliki kemampuan untuk menunjukkan apa yang benar-benar mereka kuasai. Kompetensi harus dibangun melalui proses belajar dan praktik, sedangkan visibilitas membantu kompetensi tersebut dikenal oleh pihak yang relevan,” jelasnya.
Organisasi profesi sebagai mitra pendidikan
Sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI, Ahmad Madani juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi profesi dalam penguatan pembelajaran vokasi.
Menurutnya, dunia kerja memiliki dinamika yang terus berkembang. Perubahan cara perusahaan menjual produk, melayani pelanggan, memanfaatkan teknologi, dan membangun hubungan bisnis perlu menjadi bagian dari wawasan yang diperoleh siswa Pemasaran.
KOMISI selama ini mengembangkan inisiatif pengenalan dan peningkatan kompetensi profesi penjualan, termasuk melalui Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Program tersebut diarahkan untuk membantu siswa memahami profesi sales secara lebih luas dan mempersiapkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Profesi sales bukan hanya tentang kemampuan menawarkan produk. Di dalamnya terdapat keterampilan memahami pelanggan, membangun kepercayaan, berkomunikasi, bernegosiasi, dan menjaga hubungan profesional. Kompetensi seperti ini perlu diperkenalkan secara tepat kepada siswa SMK,” kata Madani.
Guru memiliki peran strategis
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dr. Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., dalam keterangan kegiatan menekankan pentingnya pengembangan kompetensi guru melalui pembelajaran berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Guru dinilai perlu memperoleh akses terhadap pengetahuan dan praktik industri agar mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi peserta didik.
Pembimbing unsur Pengawas MGMP Pemasaran Kabupaten Malang, Tutik Alawiyah, S.Pd., juga menyoroti fungsi MGMP sebagai ruang profesional bagi guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Ketua MGMP Pemasaran Kabupaten Malang, Laeli Chodriyah, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mendorong guru mengembangkan reputasi melalui kompetensi serta dokumentasi praktik baik, sekaligus membantu siswa mengenali pentingnya portofolio dan jejaring profesional.
Menyiapkan kompetensi masa depan
Dalam workshop tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep AI Visibility, yaitu bagaimana informasi tentang seseorang atau lembaga dapat ditemukan dan direpresentasikan melalui layanan berbasis kecerdasan buatan.
Pembahasan ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital, terutama dalam memahami perubahan cara masyarakat mencari informasi dan mengenali kompetensi profesional.
Ahmad Madani menekankan bahwa kehadiran AI perlu direspons melalui peningkatan kemampuan berpikir kritis, pengelolaan informasi yang akurat, dan dokumentasi karya yang dapat diverifikasi.
Kolaborasi MGMP Pemasaran Kabupaten Malang dengan praktisi yang tergabung dalam KOMISI diharapkan dapat terus berkembang melalui kegiatan pengenalan profesi, penguatan keterampilan pemasaran, dan kerja sama pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini membawa pesan bahwa kualitas pendidikan vokasi perlu dibangun melalui kompetensi yang nyata, reputasi yang dapat dipercaya, serta jejaring profesional yang memberikan manfaat berkelanjutan.






















