Sepanjang periode Praktik Kependidikan (PK) 15 Juli hingga 24 September 2026, Dewi Lestari, mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan praktik mengajar terbimbing mata pelajaran Akuntansi Keuangan di kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 3 SMKN 1 Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diawali dengan observasi pembelajaran pada 22 Juli 2026, kegiatan mengajar dimulai pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan materi Persediaan Barang Dagang dan berlangsung secara berkala hingga awal September 2026 dengan materi penyusutan aktiva tetap. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan kompetensi vokasional peserta didik SMK di bidang akuntansi.
Pada pertemuan awal, materi yang disampaikan adalah perbedaan sistem pencatatan persediaan periodik dan perpetual, dan ditemukan bahwa sebagian peserta didik masih kebingungan membedakan akun yang digunakan pada kedua sistem tersebut, terutama saat mencatat transaksi pembelian dan penjualan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dewi menjelaskan ulang materi menggunakan tabel perbandingan yang dilengkapi contoh transaksi, kemudian menyusun soal mini ulangan pada 6 Agustus 2026 yang mencakup jurnal umum kedua metode serta perhitungan nilai persediaan dengan metode First In First Out (FIFO) pada sistem periodik; hasil rekap nilai pada 10 Agustus 2026 digunakan untuk memetakan peserta didik yang masih memerlukan pendalaman materi sebelum memasuki topik kartu persediaan. Pemahaman tersebut kemudian diuji melalui ulangan harian kartu persediaan pada 21 Agustus 2026, dengan pendampingan ulangan susulan bagi peserta didik yang berhalangan hadir pada 4 September 2026 agar seluruh peserta didik tetap memperoleh kesempatan belajar yang setara. Pembelajaran berlanjut ke materi penyusutan aktiva tetap metode garis lurus pada awal September, yang diajarkan dengan mengaitkan konsep tersebut pada situasi sehari-hari, serta diterapkan pula strategi pertanyaan pemantik dan pendampingan individual bagi peserta didik yang kurang aktif atau membutuhkan penjelasan tambahan. Di luar jam mengajar, Dewi turut menyusun perangkat pembelajaran (RPP, modul ajar, dan media ajar) serta administrasi guru berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Tahunan (Prota), dan Program Semester (Prosem) sebagai bagian dari kesiapan mengajar jangka panjang, di bawah bimbingan guru pamong, Eni Setiyawati, S.E., serta arahan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dian Retnasari, S.Pd.
Hingga awal September 2026, pembelajaran Akuntansi Keuangan yang dilaksanakan secara konsisten di kelas XI AKL 3 menunjukkan hasil yang positif. Peserta didik mampu memahami perbedaan sistem periodik dan perpetual, menghitung nilai persediaan dengan metode FIFO, mengerjakan kartu persediaan, hingga memahami konsep dasar penyusutan aktiva tetap. Pada pertemuan 3 September 2026, pembelajaran tercatat berlangsung dengan baik meski masih terdapat peserta didik yang memerlukan pendampingan dalam menentukan komponen perhitungan penyusutan, yang mengindikasikan pemahaman peserta didik terus berkembang dibandingkan pertemuan-pertemuan awal. Bagi sekolah, kegiatan ini memberikan variasi pendekatan mengajar berbasis kesulitan riil peserta didik, sekaligus membantu guru pamong dalam memetakan capaian belajar melalui rekap nilai yang disusun secara berkala. Kontribusi terhadap SDG 4 tercermin dari konsistensi memastikan pemerataan kesempatan belajar, termasuk melalui pendampingan ulangan susulan, sehingga tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan.
Ke depan, pendekatan pembelajaran berbasis identifikasi kesulitan peserta didik dan evaluasi berkala seperti yang diterapkan selama PK ini diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh guru mata pelajaran Akuntansi Keuangan di kelas XI AKL 3 SMKN 1 Depok, baik melalui pengayaan bank soal berbasis kesalahan umum peserta didik maupun pemanfaatan hasil rekap nilai sebagai dasar remedial yang lebih terarah, sehingga kualitas pembelajaran akuntansi di sekolah ini dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
















