Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen memperkuat pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah Tutup Usbu bagi Warga Binaan beragama Kristen yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Bandanaira, Sabtu (7/11).
Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh salah satu Warga Binaan, Reno, dan diikuti oleh Warga Binaan lainnya. Selama kegiatan berlangsung, petugas jaga turut melakukan pendampingan sebagai bagian dari pelaksanaan pengawasan dan pengamanan.
Ibadah Tutup Usbu menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk mengakhiri rangkaian kegiatan kerohanian selama sepekan melalui doa, pujian, dan penyampaian firman Tuhan. Selain memperkuat keimanan, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter dan kepribadian Warga Binaan. Oleh karena itu, ibadah rutin setiap hari Sabtu tersebut terus difasilitasi sebagai wadah bagi Warga Binaan Kristen untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Melalui ibadah Tutup Usbu ini, saya berharap Warga Binaan tidak hanya mendapatkan penguatan iman, tetapi juga mampu mengambil pesan positif dari setiap firman yang disampaikan. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengevaluasi diri, memperbaiki sikap, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Rustam.
Sementara itu, Reno mengungkapkan rasa syukur karena diberikan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pelayanan dengan memimpin ibadah bersama rekan-rekannya. Menurutnya, kebersamaan dalam beribadah memberikan kekuatan dan pengharapan untuk terus bertumbuh dalam iman selama menjalani masa pembinaan.
“Saya bersyukur bisa memimpin ibadah bersama teman-teman. Melalui kegiatan ini, kami diingatkan untuk terus bersyukur, saling menguatkan, dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan. Saya berharap kami semua terus belajar memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Bandanaira terus berupaya memenuhi kebutuhan spiritual Warga Binaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Pembinaan kerohanian diharapkan tidak hanya menjadi penguatan iman selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal moral dan spiritual bagi Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (Humas/Noor)




















