MALANG — Perkembangan teknologi digital mengubah cara perusahaan mengenalkan produk, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengembangkan bisnis. Kondisi tersebut menuntut lulusan pendidikan vokasi tidak sekadar mampu mengoperasikan media sosial, tetapi juga memahami prinsip dan strategi pemasaran yang mendasarinya.
Untuk memperkuat wawasan tersebut, SMK Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bagi siswa kelas X dan XI Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan menghadirkan Ahmad Madani, praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026.
Melalui materi bertajuk “Jangan Cuma Jadi Anak Marketing” dan “Jangan Cuma Bisa Posting”, siswa diajak memahami hubungan antara keterampilan digital, strategi pemasaran, dan kesiapan menghadapi dunia industri.
Memahami profesi pemasaran secara menyeluruh
Dalam pemaparannya, Ahmad Madani menjelaskan bahwa digital marketing tidak dapat dipahami hanya melalui kegiatan mengunggah konten. Pekerjaan pemasaran membutuhkan kemampuan menentukan tujuan, mengenali konsumen, menyusun pesan komunikasi, memilih saluran pemasaran, dan mengukur hasil.
Menurutnya, kemampuan membuat konten memang penting. Namun, keterampilan tersebut perlu didukung pemahaman terhadap tujuan bisnis agar aktivitas pemasaran tidak hanya menghasilkan perhatian, tetapi juga memberikan manfaat yang terukur.
“Ketika membuat konten, kita perlu bertanya kepada siapa konten ditujukan, masalah apa yang ingin dijawab, dan tindakan apa yang diharapkan setelah audiens melihatnya. Inilah cara berpikir yang perlu mulai dibiasakan oleh siswa Bisnis Digital,” jelasnya.
Pada sesi kelas X, Madani menyoroti pentingnya membangun keterampilan dasar, kepercayaan diri, dan jejak digital profesional sejak dini. Adapun sesi kelas XI lebih banyak membahas cara berpikir digital marketer, termasuk customer insight, marketing funnel, strategi konten, dan evaluasi performa.
Menghubungkan sekolah dengan industri
Kepala SMK Negeri 1 Turen, Dr. Suyitno, M.Pd., dalam draf keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan guru tamu merupakan bagian dari upaya sekolah memperluas pengalaman belajar dan wawasan dunia kerja bagi peserta didik.
“Kehadiran praktisi di lingkungan sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami perkembangan profesi secara langsung. Kami ingin kompetensi yang dipelajari tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas dan tantangan nyata,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Aulia Arie Fatmi, S.E., M.M., turut menekankan pentingnya penguatan pembelajaran yang berorientasi pada proses dan hasil. Menurutnya, siswa perlu dilatih untuk menjelaskan alasan di balik sebuah strategi, bukan hanya menyelesaikan tugas yang diberikan.
Sementara itu, Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital, Laeli Chodriyah, S.Pd., M.M., memandang pemahaman strategi pemasaran sebagai bekal penting agar kreativitas siswa memiliki arah yang jelas.
Membangun portofolio sejak sekolah
Selain memberikan wawasan profesi, kegiatan ini juga mengajak siswa mulai membangun portofolio melalui pengalaman belajar dan karya nyata.
Siswa didorong mendokumentasikan proses pembuatan konten, kegiatan riset pasar, praktik pemasaran, dan hasil evaluasi proyek. Dokumentasi tersebut dapat membantu siswa memperlihatkan kompetensinya ketika mengikuti praktik kerja, melanjutkan pendidikan, atau memasuki dunia profesional.
Viona Azzahra Maharani, siswi kelas XI Jurusan Pemasaran Bisnis Digital, dalam draf keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperluas pemahaman mengenai keterampilan digital marketing yang perlu dikembangkan.
“Kami tidak hanya perlu memikirkan tampilan konten, tetapi juga memahami tujuan, target audiens, dan hasil yang ingin dicapai. Materi ini menjadi pengingat bahwa kami masih perlu banyak berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Turen menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan praktisi industri dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Penguasaan teknologi perlu berjalan bersama kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan pemahaman bisnis.
Dengan bekal tersebut, lulusan Bisnis Digital diharapkan semakin siap menghadapi perubahan profesi pemasaran sekaligus mampu menunjukkan kompetensi melalui karya yang dapat dipertanggungjawabkan.



















