SERANG – Tim pengabdi Program Studi Manajemen Universitas Pamulang Kampus Kota Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lanjutan di Pondok Pesantren Al-Hadi, Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (29/10/2026). Kegiatan bertajuk “Edukasi dan Pendampingan Analisis Biaya Aktual pada Unit Kegiatan Santri Berbasis Pertanian Eco-Manajerial” ini diikuti santri pengurus dan anggota Unit Kegiatan Pertanian.
Kegiatan ini melanjutkan program serupa pada Mei 2026, ketika Unit Kegiatan Pertanian dibentuk dan pemahaman santri tentang pengelolaan keuangan usaha tani meningkat dari rata-rata 37,8 persen menjadi 79,8 persen. Pendampingan pada Juni–Agustus 2026 kemudian menghasilkan perhitungan biaya aktual pertama dari panen sayuran organik
Pada kegiatan kali ini, santri mendapat penguatan materi HPP dan BEP, dua indikator yang pada evaluasi sebelumnya menunjukkan retensi pemahaman paling rendah. Santri juga mengikuti praktik cangkok tanaman. Dalam praktik itu mereka belajar memilih cabang indukan, menyayat kulit batang, membungkus media tanam, hingga merawat cangkokan sampai akarnya terbentuk.
Praktik cangkok ini sengaja dipadukan dengan pelatihan keuangan. Seluruh biaya cangkok, mulai dari bibit indukan, media tanam, plastik, hingga tenaga kerja, dicatat oleh bendahara UKS agar dapat dihitung HPP dan kelayakan usahanya saat bibit siap dipasarkan. Berbeda dengan sayuran yang dipanen dalam hitungan minggu, tanaman hasil cangkok memiliki struktur biaya dan pola penjualan yang berbeda. Santri pun belajar menganalisis biaya pada komoditas yang lebih beragam.
Pihak pesantren menyambut kegiatan ini dengan antusias tinggi. Para santri terlihat aktif mencoba setiap tahapan pencangkokan dan mengajukan pertanyaan, baik soal teknik budidaya maupun pencatatan biaya. Pihak pesantren juga berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar Unit Kegiatan Pertanian berbasis eco-manajerial dapat berkembang mandiri dan berkelanjutan.
Tim pengabdi menyatakan pendampingan akan berlanjut berupa kunjungan berkala untuk memantau perkembangan cangkokan dan konsistensi pencatatan keuangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di pesantren lain di Banten.





















