Lima mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pembuatan eco-enzyme bersama siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis, 3 September 2026 dan Jumat, 4 September 2026. Salah satu mahasiswa pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Lailatul Hidayah Akattian dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UNY. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme dengan memanfaatkan sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdapat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kepada siswa bahwa sisa buah dari program MBG tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan dalam pembuatan eco-enzyme. Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada siswa mengenai eco-enzyme, mulai dari pengertian, manfaat, kelebihan dan kekurangan, pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari, alat dan bahan yang diperlukan, hingga tahapan pembuatannya. Pada hari berikutnya, siswa kelas X terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco-enzyme dengan menggunakan sisa buah dari program MBG sebagai salah satu bahan utama. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai eco-enzyme, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sisa makanan yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat dimanfaatkan kembali. Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa PK berperan dalam menyiapkan alat dan bahan, memberikan arahan, serta mendampingi siswa selama proses pembuatan eco-enzyme agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan baik. Lailatul Hidayah Akattian secara khusus mendampingi pelaksanaan kegiatan di kelas X-5 dan X-6, yang menjadi tanggung jawabnya serta membantu atau mendampingi siswa selama proses praktik pembuatan eco-enzyme.

Pemanfaatan sisa buah dari program MBG dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di sekolah masih dapat memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik. Sisa buah seperti kulit pisang, kulit jeruk, kulit semangka, dan kulit melon yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan eco-enzyme. Siswa diajak untuk memahami bahwa pengelolaan limbah dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan memanfaatkan kembali sisa bahan yang masih dapat digunakan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 12 melalui pengenalan cara mengurangi limbah dan memanfaatkan kembali sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah. Dengan demikian, program MBG tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan makanan siswa, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sisa buah agar tidak langsung berakhir sebagai sampah.

Eco-enzyme yang telah dibuat selanjutnya akan menjalani proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan hingga waktu pemanenan. Selama proses tersebut, eco-enzyme akan dipantau dan dirawat sesuai dengan arahan yang telah diberikan. Setelah proses fermentasi selesai, hasil eco-enzyme diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman di lingkungan SMA Negeri 7 Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat melihat bahwa sisa buah dari program MBG yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu langkah sederhana dalam menerapkan konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
















