Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu. Kali ini, kegiatan difokuskan pada pengembangan keterampilan praktis yang mengasah kreativitas, ketelitian, serta kekompakan melalui praktik pembuatan tandu darurat, Rabu (28/10).
Kegiatan pembinaan Pramuka ini dilaksanakan bersama pelatih dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu, yakni Kak Pengki dan Kak Azim. Dengan pendampingan para pelatih, warga binaan mengikuti setiap tahapan kegiatan secara aktif, mulai dari memahami teknik dasar hingga mempraktikkan keterampilan menggunakan tongkat dan tali sebagai bagian dari pembelajaran kepramukaan.
Dalam praktiknya, warga binaan diajak membuat tandu darurat yang dapat digunakan sebagai sarana pertolongan dalam situasi tertentu. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga melatih kemampuan peserta dalam memahami fungsi peralatan sederhana serta menerapkan keterampilan secara tepat, terarah, dan bertanggung jawab.
Proses pembuatan tandu membutuhkan kerja sama yang baik, ketelitian dalam mengikat tali, serta kemampuan berkoordinasi antarpeserta. Melalui praktik tersebut, warga binaan belajar bahwa keberhasilan menyelesaikan suatu tugas tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada komunikasi, kedisiplinan, dan semangat gotong royong.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai kepramukaan, seperti kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat.
Lapas Kelas IIA Bengkulu terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi pengembangan karakter warga binaan. Melalui kegiatan Pramuka, peserta diberikan kesempatan untuk menggali potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kebiasaan positif melalui pengalaman belajar yang mengedepankan praktik dan kebersamaan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan semakin terampil, mandiri, dan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan kepramukaan menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

























