Sleman (MAN 1 Yogya) – Apresiasi Tahfiz MAN 1 Yogyakarta Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang penghargaan bagi murid penghafal Al-Qur’an, tetapi juga panggung kreativitas dan kolaborasi murid. Penampilan grup nasyid, band Mansacoustic, pembawa acara multibahasa, hingga kerja Tim Student Crew menunjukkan bahwa potensi murid tumbuh melalui beragam peran di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang digelar di Grha Bina Husada, Poltekkes Yogyakarta, Selasa (27/10/2026), tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Di sela-sela rangkaian apresiasi dan munaqasyah hafalan 30 juz, murid-murid MAN 1 Yogyakarta turut mengambil peran dalam menghadirkan acara yang religius sekaligus kreatif.
Grup Nasyid MAN 1 Yogyakarta tampil membawakan dua lagu yang memperkuat suasana spiritual kegiatan. Sementara itu, band Mansacoustic menyuguhkan dua lagu yang menghadirkan warna musikal di atas panggung. Kedua penampilan tersebut memperlihatkan bahwa ekspresi seni dapat berjalan beriringan dengan kegiatan keagamaan dan penguatan karakter.
Kreativitas juga terlihat dari penampilan dua murid yang bertugas sebagai pembawa acara, Matahari Jelita Ar Rahim dari kelas XI G dan Bregaz Dwi Ikhsanova dari kelas XII PK 1. Keduanya memandu jalannya kegiatan dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa tersebut menjadi bagian dari keterampilan komunikasi yang ditampilkan murid dalam forum resmi madrasah.

Di balik kelancaran acara, Tim Student Crew MAN 1 Yogyakarta turut menjalankan peran penting. Para murid yang bertugas di belakang panggung mendukung dokumentasi dan publikasi kegiatan, memastikan berbagai momen penting dapat direkam sebagai bagian dari informasi dan arsip madrasah.
Kehadiran tim ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan sebuah acara tidak hanya bergantung pada penampilan di atas panggung. Ada kerja sama, pembagian tugas, keterampilan teknis, dan tanggung jawab yang diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa madrasah perlu memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu mendukung kreativitas, keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab.
Menurutnya, keterlibatan murid dalam berbagai peran pada Apresiasi Tahfiz merupakan bagian dari proses pembelajaran yang nyata. Murid belajar tampil percaya diri, mengelola kegiatan, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh warga madrasah. (dee)




















