Sleman (MAN 1 Yogya) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., mengapresiasi sinergi seluruh elemen di MAN 1 Yogyakarta dalam mendukung program unggulan tahfiz Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa MAN 1 Yogyakarta merupakan madrasah yang dapat dibanggakan dan diandalkan dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Shidqi dalam sambutannya pada Apresiasi Tahfiz MAN 1 Yogyakarta Tahun 2026 di Grha Bina Husada, Poltekkes Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini diikuti 175 murid dari kelas X, XI, dan XII.
“Sinergitas antar-elemen di MAN 1 Yogyakarta sudah luar biasa. Dengan Apresiasi Tahfiz ini, kita melihat bahwa program unggulan MAN 1 Yogyakarta berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa MAN 1 Yogyakarta merupakan madrasah yang bisa dibanggakan dan diandalkan ke depan,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan program tahfiz tidak hanya mencerminkan capaian murid dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menunjukkan komitmen madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan. Kolaborasi antara pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan murid menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.

Ahmad Shidqi juga menaruh harapan besar terhadap murid dan alumni MAN 1 Yogyakarta. Menurutnya, mereka memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pada masa mendatang. Bekal ilmu pengetahuan yang dipadukan dengan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat.
“Kita berharap MAN 1 Yogyakarta dapat terus diandalkan melalui murid-murid dan alumninya yang akan menjawab tantangan zaman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan pentingnya mempelajari Al-Qur’an sebagai bagian mendasar dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Ia mengutip pesan keutamaan belajar Al-Qur’an sebagai motivasi bagi para murid untuk terus mendalami kitab suci, tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga berupaya memahami dan mengamalkan kandungannya.
“Kita tahu bahwa sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an,” tuturnya.
Apresiasi Tahfiz 2026 diikuti 62 murid kelas X, 74 murid kelas XI, dan 39 murid kelas XII. Pada tahun ini, sebanyak 12 murid mengikuti munaqasyah hafalan 30 juz yang diuji oleh Dr. KH. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Al-Hafidz.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Abdul Naim, S.Ag., M.S.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, pengawas madrasah, komite madrasah, perwakilan pengurus IKA SGHAPHINMANSA, orang tua peserta munaqasyah 30 juz, guru dan karyawan MAN 1 Yogyakarta, serta murid kelas X.
Acara semakin semarak dengan penampilan hadrah dan Mansacoustic. Rangkaian kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi murid sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya Qurani di lingkungan madrasah.
Apresiasi terhadap sinergi dan program tahfiz MAN 1 Yogyakarta tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam menyiapkan generasi penerus. Sejalan dengan tema kegiatan, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi salah satu bekal bagi murid untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas. (dee)





















