Sleman (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta menggelar Apresiasi Tahfiz Tahun 2026 di Grha Bina Husada, Poltekkes Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini diikuti 175 murid dari kelas X hingga XII sebagai bentuk penghargaan atas capaian dan konsistensi mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Tahun ini, sebanyak 12 murid mengikuti munaqasyah hafizhoh 30 juz.
Dari total peserta, sebanyak 62 murid berasal dari kelas X, 74 murid kelas XI, dan 39 murid kelas XII. Capaian hafalan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya religius sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui Al-Qur’an.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Abdul Naim, S.Ag., M.S.I., yang menjabat Ketua Tim Kerja III/Kelembagaan dan Sistem Informasi Bidang Pendidikan Madrasah. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, pengawas madrasah, komite madrasah, perwakilan pengurus IKA SGHAPHINMANSA, orang tua murid peserta munaqasyah 30 juz, guru dan karyawan MAN 1 Yogyakarta, serta murid kelas X.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Apresiasi Tahfiz merupakan bentuk pengakuan madrasah atas perjuangan murid dalam menjaga konsistensi menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak berhenti pada banyaknya ayat yang dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Keluarga besar MAN 1 Yogyakarta bersyukur dapat melaksanakan Apresiasi Tahfiz sebagai bentuk pengakuan atas prestasi tertinggi ananda yang konsisten menghafal Al-Qur’an. Harapan kami, ananda dapat memahami, mengamalkan, dan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta MAN 1 Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan pada era saat ini. Al-Qur’an, menurutnya, perlu terus dijadikan pedoman sekaligus pegangan dalam menjalani kehidupan.
“Momentum ini menjadi bentuk spirit kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Terlebih, di tengah tantangan zaman saat ini, Al-Qur’anlah yang dapat menjadi pedoman dan pelindung kehidupan,” katanya.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah munaqasyah bagi 12 murid yang menempuh capaian hafalan 30 juz. Munaqasyah dilaksanakan oleh Dr. KH. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Al-Hafidz, sebagai bagian dari proses pengujian hafalan Al-Qur’an.
Kehadiran para orang tua murid peserta munaqasyah turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dukungan keluarga menjadi salah satu unsur yang berperan dalam perjalanan panjang menghafal Al-Qur’an, yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan konsistensi.
Selain rangkaian apresiasi dan munaqasyah, acara dimeriahkan dengan penampilan hadrah dan Mansacoustic. Penampilan tersebut melengkapi kegiatan yang memadukan penghargaan terhadap capaian tahfiz dengan ekspresi seni dan nuansa religius.
Melalui Apresiasi Tahfiz 2026, MAN 1 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mendukung lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki capaian akademik, tetapi juga kedekatan dengan Al-Qur’an dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni menempatkan generasi penghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari ikhtiar membangun negeri menuju Indonesia Emas. (dee)





















