Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Edukasi kesehatan remaja tak harus berlangsung monoton. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Exalta MAN 1 Yogyakarta mengemas pembelajaran tentang anemia dan stunting melalui kuis interaktif dalam latihan rutin, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini mengajak murid mengenali risiko anemia sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Materi disampaikan oleh Zara, Ketua PIK-R Exalta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa anemia menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai remaja putri, antara lain karena kehilangan darah saat menstruasi dan pola makan yang kurang seimbang. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah serta mengganggu konsentrasi dan aktivitas belajar.
Zara juga mengaitkan pencegahan anemia dengan upaya mencegah stunting. Remaja yang menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizinya memiliki bekal lebih baik untuk menjalani kehidupan dewasa dan mempersiapkan kehamilan yang sehat kelak. Sebab, kondisi kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan turut berpengaruh terhadap pertumbuhan janin.
Salah satu hal yang diperkenalkan dalam sesi edukasi tersebut adalah gejala 5L, yakni lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai, yang dapat menjadi tanda anemia. Remaja diajak menerapkan pola makan bergizi seimbang, mengonsumsi makanan sumber zat besi dan protein, serta mengikuti anjuran konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Bagi remaja putri, TTD dianjurkan dikonsumsi satu kali setiap minggu sesuai program pencegahan anemia.
Setelah pemaparan materi, kegiatan berlanjut ke sesi kuis interaktif yang dipandu panitia. Suasana latihan menjadi lebih hidup ketika peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan seputar aturan konsumsi TTD, penyebab dan dampak stunting, serta langkah-langkah pencegahannya. Melalui permainan tersebut, peserta dapat menguji pemahaman sekaligus mengingat kembali informasi yang telah disampaikan.
Antusiasme peserta tetap terlihat meski hujan turun pada sore hari. Raafi, salah satu anggota PIK-R Exalta, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan diri.
“Walaupun cuaca sedang hujan, teman-teman masih menyempatkan untuk datang dan hadir di pertemuan sore hari ini. Semoga melalui kegiatan ini kita semakin paham mengenai stunting dan cara pencegahannya sejak dini, khususnya bagi kesehatan kita sebagai remaja,” ujar Raafi.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan edukasi kesehatan yang digagas PIK-R Exalta. Menurutnya, pemahaman tentang kesehatan perlu dibangun sejak remaja agar murid mampu mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan orang lain.
“Edukasi seperti ini penting karena remaja perlu memahami cara menjaga kesehatan, mengenali risiko anemia, dan membiasakan pola hidup sehat. Saya berharap PIK-R menjadi ruang bagi murid untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PIK-R Exalta MAN 1 Yogyakarta berharap edukasi tentang anemia dan stunting tidak berhenti di ruang latihan, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan pergaulan. Dengan pengetahuan yang tepat dan kebiasaan sehat sejak dini, remaja diharapkan tumbuh lebih sehat, aktif, dan siap membangun masa depan yang berkualitas. (ana)


















