Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bagi peserta didik tunanetra pada hari Jumat, 18 September 2026 pukul 13.00 WIB yang dilakukan di halaman SLB A Yaketunis. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh peserta didik SLB A Yaketunis dengan pendampingan langsung dari mahasiswa PK. Kegiatan tersebut mendukung Sustainble Development Goals (SDGs), khususnya pada Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pembelajaran yang inklusif serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberian akses yang setara bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ilmu pengetahuan dasar tentang penanganan luka ringan seperti luka lecet dengan memberikan pengalaman belajar yang dapat diakses oleh peserta didik tunanetra. Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dengan anggota 4-6 anggota pada setiap kelompok yang masing-masing setiap kelompok didampingi oleh satu hingga dua mahasiswa. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai Langkah-langkah sederhana penanganan luka lecet, yaitu dengan membersihkan luka dengan air bersih/NaCI, membersihkan luka dengan menggunakan kasa steril untuk memastikan kotoran pada luka hilang, memberikan antiseptik berupa betadine dengan cara diteteskan ke kasa lalu di tap-tap pada luka, dan yang terakhir menutup luka dengan kasa steril dan plester agar terhindar dari infeksi. Selain mendengarkan penjelasan, peserta didik juga diberikan kesempatan untuk meraba alat dan bahan yang digunakan serta mempraktikkan langsung setiap langkah dengan bimbingan mahasiswa sehingga peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Peserta didik mampu mengikuti arahan yang diberikan serta menunjukkan ketertarikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta didik, Icha, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat menyenangkan. “Seru belajar seperti ini karena bisa mencoba langsung,” ujarnya. Melalui praktik langsung dan pendampingan kelompok kecil, peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan secara lisan. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan mengenai Kesehatan dan keselamatan diri, tetapi juga melatih partisipasi aktif dan keterampilan dalam mengikuti instruksi secara bertahap. Dengan memberikan pengalaman belajar yang aksesibel dan melibatkan peserta didik secara langsung, kegiatan ini turut mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs.
Melalui kegiatan sosialisasi P3K ini, diharapkan peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta semakin peduli terhadap Kesehatan dan keselamatan diri. Selain itu, pembelajaran berbasis praktik langsung diharapkan dapat terus dikembangkan pada berbagai materi lainnya sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.

















