Malang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program pengabdian di Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang melalui penerapan Menirtech Machine, sebuah teknologi tepat guna untuk mengolah jagung pipilan menjadi jagung menir sebagai bahan baku pakan ternak unggas. Program yang mengusung tema “Pemanfaatan TTG Menirtech Machine dalam Proses Pengolahan Jagung Menjadi Menir untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Hasil Pertanian Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang” ini didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026.
Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. bersama tim dosen yang terdiri atas Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D., dan Puteri Ardista Nursisda Mawangi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Mitra kegiatan adalah Kelompok Ternak Unggas Desa Wonokerso, yang beranggotakan petani jagung dan peternak unggas di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Desa Wonokerso merupakan wilayah agraris yang menjadikan jagung sebagai salah satu komoditas utama. Namun, selama ini sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk jagung pipilan sehingga memiliki nilai jual yang relatif rendah. Di sisi lain, peternak unggas masih bergantung pada pembelian jagung menir dari luar daerah dengan harga yang lebih tinggi sebagai bahan utama pakan ternak. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya nilai tambah hasil pertanian sekaligus meningkatnya biaya produksi peternakan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang menyerahkan Menirtech Machine kepada kelompok mitra. Penyerahan teknologi ini menjadi langkah awal dalam mendukung masyarakat mengolah hasil panen jagung secara mandiri sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sebelum diserahkan, mesin telah melalui proses pengujian untuk memastikan seluruh komponen bekerja sesuai spesifikasi dan menghasilkan jagung menir dengan ukuran yang seragam sebagai bahan baku pakan ternak unggas.
Setelah serah terima, tim melakukan demonstrasi penggunaan Menirtech Machine mulai dari persiapan bahan baku, pengaturan putaran mesin, proses penggilingan, hingga penanganan hasil gilingan. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa mesin mampu bekerja secara efisien, mudah dioperasikan, serta menghasilkan jagung menir berkualitas yang siap dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas produksi mesin meningkat seiring dengan kenaikan putaran mesin. Pada putaran rendah (2.460 rpm), Menirtech Machine mampu menghasilkan sekitar 357,85 kg/jam, pada putaran sedang (3.250 rpm) mencapai 456,27 kg/jam, sedangkan pada putaran tinggi (3.750 rpm) mampu menghasilkan hingga 641,71 kg/jam. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi yang dikembangkan memiliki produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pengolahan jagung sebagai bahan baku pakan ternak.
Selain implementasi teknologi, peserta juga mengikuti pelatihan mengenai pengoperasian dan perawatan mesin. Materi yang diberikan meliputi pengenalan komponen mesin, prosedur pengoperasian yang aman, pengaturan putaran mesin, teknik perawatan berkala, hingga strategi pemanfaatan jagung menir sebagai produk bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengoperasikan teknologi tersebut.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Setelah mengikuti pelatihan, sebagian besar peserta telah mampu mengoperasikan serta melakukan perawatan sederhana terhadap Menirtech Machine secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan juga membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pengolahan pascapanen sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas jagung dan mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian lokal.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi bersama mengenai strategi pemanfaatan mesin secara berkelanjutan. Tim pengabdian bersama kelompok mitra menyusun mekanisme penggunaan bersama, perawatan rutin, serta pendampingan lanjutan agar teknologi yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang. Kehadiran Menirtech Machine diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen, menekan biaya produksi pakan ternak, serta membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan jagung di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil riset melalui teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas sektor pertanian dan peternakan, meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal. Pengabdian ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktr) melalui penerapan teknologi tepat guna, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi pengolahan hasil pertanian, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.u























