Kolaborasi Lintas Elemen Gairahkan Semangat Gotong Royong di Desa Ngablak
BOYOLALI — Suasana kebersamaan melingkupi Dusun Gajihan, Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamudra, Kabupaten Boyolali. Ratusan warga dari berbagai usia tampak memadati area kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna Dusun Gajihan. Acara yang dirancang sebagai ruang konsolidasi pemuda dan warga desa ini berlangsung semarak berkat sinergi erat antara pengurus Karang Taruna lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PM) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, serta dukungan dari Tim KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) yang bertindak sebagai mitra dan sponsor acara.
Rangkaian perayaan yang memadukan pentas seni tradisional Reog dan pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas2. Lebih dari sekadar hiburan rakyat, kegiatan ini menjadi wahana penguatan identitas budaya lokal serta pendorong denyut ekonomi masyarakat pedesaan.
Menghidupkan Potensi Pemuda dan Menguatkan Identitas Lokal
Peringatan ulang tahun Karang Taruna di daerah pedesaan seperti Wonosamudra memiliki nilai strategis dalam menjaga kohesi sosial. Pemuda desa yang tergabung dalam Karang Taruna Dusun Gajihan memegang peranan penting sebagai penggerak utama pembangunan karakter kemasyarakatan. Mengingat tantangan modernisasi yang kian pesat, inisiatif untuk menggelar kegiatan seni dan ekonomi kreatif menjadi agenda prioritas yang telah dirancang jauh-jauh hari oleh pengurus pemuda setempat.

Dalam kerangka tersebut, kehadiran mahasiswa KKN-PM UIN Salatiga bersama Tim KKN UNDIP memberikan tambahan energi dalam merealisasikan program kerja desa. Mahasiswa menempatkan diri secara proporsional sebagai mitra mendampingi pemuda desa, sehingga kepemilikan dan kendali acara tetap berada penuh di tangan Karang Taruna Dusun Gajihan.
Kemeriahan Rangkaian Acara dari Kirab Budaya, Pentas Reog, hingga Bazar UMKM
Jalannya kegiatan diawali sejak pagi hari dengan seremonial pembukaan oleh Pemerintah Desa Ngablak. Kepala Desa Ngablak beserta tokoh masyarakat menyambut hangat kolaborasi kepemudaan dan akademisi yang terjalin di Dusun Gajihan. Suasana semakin meriah ketika panggung utama mulai menyajikan pertunjukan seni tradisional Reog serta Tari Jaranan Brotoseno.
Suara tabuhan kendang, gong, dan terompet khas membahana di seluruh pelosok dusun, mengundang decak kagum para pengunjung. Penampilan para pembarong dan penari lokal tidak hanya menyajikan tontonan yang menghibur, tetapi juga menegaskan komitmen masyarakat Wonosamudra dalam merawat warisan budaya luhur. Anak-anak hingga lansia tampak antusias menyaksikan setiap atraksi yang disajikan di area panggung terbuka.
Bersamaan dengan pertunjukan seni, deretan tenda Bazar UMKM yang berdiri di sekeliling lokasi acara diserbu pembeli. Pameran ini menampilkan ragam produk kuliner lokal khas Boyolali, seperti lempok, keripik olahan hasil tani, hingga kerajinan tangan warga. Pelaku UMKM desa mendapatkan ruang gratis untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada warga dusun dan pengunjung dari luar desa.
Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi Mendorong Kemandirian Desa
Keberhasilan perhelatan ini tidak lepas dari pembagian peran yang terstruktur antara penyelenggara dan mitra pendukung. Mahasiswa KKN-PM UIN Salatiga mengambil peran aktif dalam aspek teknis dan operasional lapangan, seperti pengelolaan tata panggung, publikasi acara, penataan alur pengunjung, serta pendampingan bagi para pedagang UMKM. Sementara itu, Tim KKN UNDIP berkontribusi memberikan dukungan fasilitas dan sponsorship yang memperlancar pemenuhan kebutuhan logistik acara.
Pemerintah Desa Ngablak turut memberikan dukungan sebagai pembina dan fasilitator wilayah dengan memfasilitasi perizinan, menjaga keamanan, serta membina kepemudaan. Adapun masyarakat dan para pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan melalui partisipasi aktif dengan mengisi stan bazar, menampilkan seni tradisi, serta berkontribusi dalam seluruh rangkaian acara. Kolaborasi seluruh elemen tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi lokal.
Menggerakkan Roda Ekonomi Desa dan Mempererat Tali Silaturahmi
Dampak positif dari perayaan HUT Karang Taruna ini dirasakan langsung oleh masyarakat Dusun Gajihan. Dari sektor ekonomi, kehadiran bazar UMKM mampu meningkatkan omzet penjualan para pelaku usaha kecil desa dan memperkenalkan potensi kuliner tradisional ke tingkatan yang lebih luas. Dari aspek sosial, kegiatan ini sukses merekatkan kembali semangat gotong royong antarwarga serta meningkatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan desa.
Ketua Karang Taruna Dusun Gajihan, Iswantoro, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan mahasiswa dalam program kerja pemuda desa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari adik-adik mahasiswa KKN UIN Salatiga dan KKN UNDIP. Kehadiran mereka benar-benar membantu kami dari persiapan hingga pelaksanaan acara tanpa merubah arah dan tujuan awal yang sudah dirancang pemuda. Kolaborasi ini membuat perayaan ulang tahun Karang Taruna Gajihan tahun ini menjadi yang paling meriah,” ungkap Iswantoro di sela-sela acara.
Koordinator Tim KKN-PM UIN Salatiga, Hammam, menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan wujud penerapan prinsip pengabdian masyarakat yang humanis dan adaptif.
“Prinsip kami dalam KKN-PM ini adalah menjadi mitra pendamping, bukan menggantikan peran tuan rumah. Kami belajar banyak dari semangat gotong royong warga Gajihan dalam melestarikan Reog dan menggerakkan ekonomi warga lewat bazar UMKM. Sinergi bersama Karang Taruna dan Tim KKN UNDIP menjadi pengalaman berharga bagi kami,” tutur Hammam.
Kepala Desa Ngablak, Akrom, turut memberikan apresiasi atas sinergi positif yang ditunjukkan oleh para mahasiswa dan pemuda dusun. Ia menilai kegiatan semacam ini menjadi preseden baik bagi pola kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa di Kecamatan Wonosamudra.
Menjaga Nyala Semangat Membangun Desa Secara Berkelanjutan
Perayaan HUT Karang Taruna Dusun Gajihan telah membuktikan bahwa keterbatasan di wilayah perdesaan dapat diatasi melalui kerja sama yang harmonis antara pemuda, masyarakat, dan akademisi. Integrasi antara pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas terbukti efektif menciptakan ruang publik yang inklusif dan produktif.
Ke depan, sinergi lintas perguruan tinggi seperti yang ditunjukkan oleh UIN Salatiga dan UNDIP diharapkan dapat terus dirawat dan direplikasi pada program-program pengabdian masyarakat selanjutnya. Semangat gotong royong yang telah menyala di Dusun Gajihan menjadi modal berharga bagi Desa Ngablak untuk terus melangkah maju menjadi desa yang mandiri, berbudaya, dan sejahtera.
























