Tim Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMA Negeri 7 Yogyakarta melaksanakan program Perbaikan dan Aktivasi Mading sebagai upaya mengoptimalkan kembali pemanfaatan mading sekolah. Program ini dilaksanakan dengan melihat potensi mading sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan siswa untuk menuangkan ide, gagasan, tulisan, opini, dan karya visual. Tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, mading diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri serta mengembangkan kreativitas melalui berbagai bentuk karya.
Program Perbaikan dan Aktivasi Mading dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu perbaikan pada 26 Agustus 2026 dan aktivasi pada 9 September 2026. Tahap perbaikan dilakukan melalui kegiatan pembersihan dan pemilahan berbagai informasi serta materi yang terdapat pada mading sebelumnya. Informasi yang sudah tidak relevan dipilah dan ditata kembali sehingga kondisi mading menjadi lebih bersih, tertata, dan layak digunakan. Tahap ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan kembali mading sebagai salah satu fasilitas sekolah yang dapat dimanfaatkan siswa.
Setelah tahap perbaikan selesai, Tim PK UNY melaksanakan aktivasi mading melalui kolaborasi dengan Bidang Jurnalistik OSIS SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam Program Literasi Pagi. Program tersebut menyampaikan berbagai informasi menarik melalui pengeras suara sekolah setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan topik yang berbeda. Informasi yang telah diproduksi kemudian dikembangkan menjadi poster visual untuk ditampilkan pada mading sekolah. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali mading sekaligus menunjukkan bahwa informasi dapat dikembangkan menjadi karya visual yang kreatif dan menarik.
Pemanfaatan mading selanjutnya tidak terbatas pada penempatan poster hasil kolaborasi antara Tim PK UNY dan OSIS. Melalui mading, siswa memiliki kesempatan untuk mengolah informasi, menulis, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kemampuan desain dan visual. Dengan adanya ruang publikasi tersebut, siswa dapat mengeksplorasi berbagai gagasan dan menuangkannya dalam bentuk karya sesuai dengan minat dan kreativitas masing-masing.
Salah satu anggota Tim PK UNY, Medina Puan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program tersebut. “Semoga siswa-siswi SMA Negeri 7 Yogyakarta dapat menggunakan fasilitas mading untuk menuangkan ide-ide mereka,” ujarnya. Harapan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan mading setelah program PK UNY selesai dilaksanakan. Mading diharapkan dapat terus diisi dan dikembangkan oleh siswa melalui berbagai karya, seperti tulisan, opini, ilustrasi, desain, maupun bentuk karya kreatif lainnya.
Program ini tentunya memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu. Keterkaitan tersebut terlihat melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi, keterampilan, dan kreativitas di luar kegiatan pembelajaran akademik. Pendidikan bermutu tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, menyampaikan gagasan, berpartisipasi, dan menghasilkan karya. Oleh karena itu, pemanfaatan mading sebagai ruang ekspresi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap lingkungan pendidikan yang mendorong pengembangan potensi siswa.
Melalui program ini, Tim PK UNY berharap mading SMA Negeri 7 Yogyakarta dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai ruang ekspresi, publikasi, dan apresiasi karya siswa. Mading diharapkan dapat menjadi fasilitas yang mendorong siswa untuk berani mengembangkan ide, menghasilkan karya, serta menunjukkan kreativitasnya di lingkungan sekolah. Dengan keberlanjutan pemanfaatan tersebut, mading dapat menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang mendukung siswa untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya.
– Alda Amir






















