3 Agustus 2026 Bengkulu – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, bersama jajaran pejabat struktural Rutan Bengkulu melaksanakan koordinasi dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu beserta jajaran pejabat struktural terkait penanganan overstay warga binaan pemasyarakatan pada Senin (3/8).
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam menyikapi permasalahan overstay serta memastikan proses administrasi dan pelayanan terhadap warga binaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, Rutan Bengkulu dan Lapas Bengkulu membahas langkah-langkah strategis dalam percepatan penyelesaian overstay, termasuk pentingnya sinkronisasi data, peningkatan koordinasi antarpetugas terkait, serta evaluasi terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa koordinasi antar UPT merupakan hal penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
“Koordinasi seperti ini sangat diperlukan untuk menyamakan langkah dan mencari solusi bersama terkait berbagai kendala yang dihadapi, khususnya dalam penanganan overstay. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi agar pelayanan kepada warga binaan dapat berjalan optimal sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Tomy.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu bersama jajaran struktural juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antar satuan kerja dalam mendukung tertib administrasi dan pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang efektif.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Rutan Kelas IIB Bengkulu dan Lapas Kelas IIA Bengkulu menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemasyarakatan, meningkatkan koordinasi antar UPT, serta memastikan setiap proses pelayanan kepada warga binaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan permasalahan overstay dapat diminimalisir serta pelaksanaan tugas pemasyarakatan di wilayah Bengkulu semakin optimal.





















