SLB Negeri Pembina Yogyakarta menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 28 Agustus 2026 atau 15 Rabiul Awal 1448 Hijriyah, dalam bentuk kegiatan kokurikuler “Krida Keagamaan” berupa pengajian yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) SLB Negeri Pembina Yogyakarta bekerja sama dengan guru dan mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (PK UNY) yang tengah menjalani praktik pembelajaran di sekolah tersebut, dengan sasaran seluruh murid khususnya murid hambatan intelektual. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya penyelenggaraan pendidikan inklusif dan bermakna bagi setiap anak.

Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga secara khusus dirancang sebagai sarana penguatan sikap religius bagi murid hambatan intelektual, melalui penyampaian nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang diharapkan dapat memberikan kebermaknaan bagi seluruh warga sekolah. Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Kak Dani sebagai pemateri dengan mengusung tema “Rasulullah Pembela Umatnya di Akhirat”, yang disampaikan menggunakan media boneka tangan agar suasana kegiatan lebih menyenangkan dan menarik bagi murid. Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari program Pendidikan Profesi Guru (PPG UNY) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), yang berkolaborasi bersama mahasiswa PK UNY dan guru dalam mendukung jalannya acara.

Melalui tema dan media tersebut, murid diajak mengenal dan memahami keteladanan serta kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya, sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang simbolis, tetapi juga sarana menanamkan nilai keagamaan dan membentuk karakter positif. Kepala sekolah yang diwakili oleh Ibu Marlinda Alis Sayekti, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin Panitia Hari Besar Agama (PHBA) di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung SDGs tujuan ke-4, dengan memberikan kesempatan belajar dan berpartisipasi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap murid, termasuk anak-anak di SLB C/hambatan intelektual dan autis. Bagi mahasiswa PK UNY, keterlibatan dalam kegiatan nonmengajar ini turut menjadi pengalaman belajar tentang pentingnya kolaborasi dan penyesuaian kegiatan dengan kebutuhan murid.
Ke depan, sekolah berharap kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan penguatan nilai religius murid, khususnya murid hambatan intelektual, secara berkelanjutan. Kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa dari berbagai program praktik kependidikan juga diharapkan terus berlanjut, sehingga kegiatan pembelajaran dan kegiatan penunjang lainnya semakin mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan bermakna bagi seluruh murid.

























