Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — MAN 1 Yogyakarta memperkuat koordinasi internal untuk merespons dinamika pembelajaran, meningkatkan kualitas layanan, dan mematangkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan di aula MAN 1 Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa perkembangan dan aktivitas murid menuntut madrasah untuk terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Menurutnya, murid yang aktif mengikuti perlombaan atau menjalankan tugas sebagai duta madrasah membutuhkan perhatian agar tetap dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
“Kita dituntut untuk mengikuti dinamika yang ada. Anak-anak kita aktif mengikuti berbagai lomba dan menjadi duta MAN 1 Yogyakarta. Karena itu, kita perlu memahami ketika mereka tidak bisa mengikuti pembelajaran di kelas dan menyiapkan perlakuan pembelajaran yang sesuai,” ujar Edi.
Ia menekankan, ketidakhadiran murid karena kegiatan positif di luar kelas perlu direspons dengan strategi pembelajaran yang tepat, bukan sekadar dipandang sebagai persoalan kehadiran. Guru perlu memastikan murid tetap memperoleh hak belajar sekaligus mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi, prestasi, dan pengalaman di luar kelas.

Menurut Edi, tantangan pendidikan juga terletak pada upaya menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan penguatan nilai spiritual. Ia menyebut pentingnya menjaga keseimbangan “pikir dan zikir” agar murid tidak hanya berkembang dalam pengetahuan dan prestasi, tetapi juga memiliki karakter serta landasan nilai yang kuat.
“Anak-anak perlu berkembang secara utuh. Kita ingin mereka berprestasi, punya wawasan luas, dan mampu bersaing, tetapi jangan sampai kehilangan nilai-nilai yang menjadi pegangan hidupnya. Pikir dan zikir harus berjalan beriringan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyampaikan bahwa MAN 1 Yogyakarta menjadi salah satu madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian penting dari penguatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.
Ia menginformasikan bahwa MAN 1 Yogyakarta akan menerima kunjungan perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI dalam rangka agenda terkait implementasi KBC. Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi madrasah untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan program.
Sejalan dengan agenda itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A., menyampaikan bahwa pada 16 Oktober 2026 dijadwalkan monitoring dan evaluasi (monev) KBC oleh Pendis Kemenag RI. Selain itu, madrasah juga akan melaksanakan supervisi guru sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN 1 Yogyakarta, Isti Wahyuni, S.E., M.M., menyampaikan rencana mutasi internal tenaga kependidikan yang mencakup pegawai tata usaha, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan petugas perpustakaan. Penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada warga madrasah maupun masyarakat.
Rapat koordinasi dan evaluasi ini menjadi ruang penyamaan persepsi bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi agenda madrasah ke depan. Mulai dari penyesuaian pembelajaran bagi murid yang aktif berprestasi, penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, hingga peningkatan kualitas layanan administrasi, seluruh unsur madrasah didorong untuk bergerak dalam arah yang sama.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, MAN 1 Yogyakarta berupaya memastikan bahwa pengembangan prestasi murid, penguatan karakter, peningkatan mutu pembelajaran, dan pelayanan pendidikan berjalan beriringan sebagai bagian dari peningkatan kualitas madrasah. (dee)
















