YOGYAKARTA (MAN 1 Yogya) — Karya mural tim MAN 1 Yogyakarta berhasil masuk 10 besar dalam Lomba Mural Pelajar Kota Yogyakarta Tahun 2026. Prestasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta pada Selasa (13/10/2026), setelah kompetisi yang diikuti 74 tim dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta.
Lomba mural tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta dengan tema “Otentik Budayanya, Konkret Bersihnya”. Tema ini mengajak pelajar menyampaikan gagasan tentang pelestarian budaya, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan bertanggung jawab melalui karya seni.
Kompetisi tersebut mengangkat dua subtema, yakni “Melestarikan Sumbu Filosofi Kota Yogyakarta” dan “Menjaga Kebersihan di Lingkungan Kota Yogyakarta”. Melalui kedua subtema itu, peserta didorong mengolah pesan budaya dan lingkungan menjadi karya visual yang menarik sekaligus bermakna bagi masyarakat.
Sebelum pelaksanaan di lokasi, setiap tim diwajibkan mengirimkan desain mural dalam format digital JPEG, PNG, atau PDF paling lambat Senin (7/9/2026). Pada tahap pengerjaan, peserta menggunakan peralatan melukis yang disiapkan secara mandiri, sedangkan panitia menyediakan cat Mowilex berwarna merah, kuning, dan biru serta media dinding mural yang telah ditentukan.
Tim MAN 1 Yogyakarta mendapat lokasi pengerjaan di Jalan Prof. Sardjito pada Jumat–Sabtu (25–26/9/2026). Dalam proses tersebut, para murid menuangkan gagasan melalui perpaduan warna, komposisi visual, dan pesan positif yang selaras dengan tema lomba.
Tim MAN 1 Yogyakarta terdiri atas lima murid, yaitu Aqeela Zahratunnisa dan Nisreena Farida Bisri dari kelas XI PK 2, Syifa Kamila Hestyanti dari kelas XI PK 2, serta Muhammad Rizki Ramadhan dan Rifqy Abdullah Faqih dari kelas XI PK 1. Kelima anggota tim berkolaborasi dalam mewujudkan desain menjadi karya mural di lokasi yang telah ditentukan panitia.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian tim mural tersebut. Menurutnya, kompetisi seni menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selamat kepada anak-anak yang sudah berproses dan membawa nama MAN 1 Yogyakarta. Masuk 10 besar dari 74 tim tentu menjadi pengalaman yang membanggakan. Yang menarik dari lomba mural ini, mereka tidak hanya belajar menggambar, tetapi juga diajak memikirkan pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka,” ujar Edi.
Ia berharap pengalaman tersebut mendorong murid untuk terus mengembangkan kemampuan seni, bekerja sama, dan lebih peka terhadap persoalan di sekitarnya.
“Terus berkarya dan jangan berhenti belajar. Seni bisa menjadi cara untuk menyampaikan gagasan tentang budaya, kebersihan, dan lingkungan dengan cara yang dekat dengan masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk menghasilkan karya yang semakin baik ke depannya,” tambahnya.
Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya murid MAN 1 Yogyakarta mengembangkan potensi di luar pembelajaran kelas. Melalui karya mural, mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mengambil bagian dalam menyuarakan pesan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan Kota Yogyakarta. (imz)


















