Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan razia insidentil di lingkungan blok hunian sebagai langkah deteksi dini untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), sekaligus upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, (15/10).
Razia dilaksanakan oleh jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), serta regu pengamanan yang dipimpin Kepala Regu Pengamanan Carli, Ady Yustiawan. Petugas menyusuri area blok hunian dengan melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan dan kamar hunian secara cermat dan menyeluruh.”Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas,”jelasnya.
Kegiatan ini difokuskan pada 2 kamar Isolasi. Dalam pemeriksaan intensif tersebut, tim berhasil menemukan sejumlah barang terlarang yang tidak seharusnya berada di kamar hunian, meliputi 1 sendok stainless dan kartu remi.
Salah seorang Warga Binaan, DS, turut dukung pelaksanaan razia rutin tersebut. “Kami paham ini merupakan upaya petugas untuk menjaga kami menjalani masa pembinaan. Kami berharap kegiatan seperti ini menjaga suasana tetap aman,” harapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa razia insidentil merupakan bagian dari komitmen jajaran dalam memperkuat keamanan dan ketertiban serta mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kewaspadaan dan mencegah potensi gangguan keamanan. Kami juga mengedepankan edukasi kepada warga binaan agar semakin sadar akan pentingnya menaati aturan dan menjaga ketertiban. Dengan sinergi seluruh petugas dan dukungan warga binaan, kami berkomitmen mewujudkan Lapas Mojokerto yang aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada warga binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga kebersihan kamar, serta turut menciptakan suasana hunian yang aman dan harmonis. Pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga razia tidak hanya menjadi upaya pengawasan, tetapi juga sarana meningkatkan kesadaran warga binaan akan pentingnya menjaga ketertiban bersama.





















