Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

“Satu Beban Kerja, Satu Hak yang Sama”: Guru Madrasah Swasta Lamongan Tagih Keadilan Sistemik, Bukan Sekadar Insentif Rp400 Ribu

Sami'an by Sami'an
25 September 2026
in Sorot
A A
0
1789828947456 1
853
SHARES
1.2k
VIEWS

LAMONGAN/JAKARTA – 24/9/2026 Di tengah gencarnya narasi “Guru Sejahtera, Bangsa Jaya” pada tahun 2026, suara dari ruang-ruang kelas madrasah swasta di pelosok Nusantara kembali mengingatkan bahwa kesejahteraan pendidik bukan sekadar soal nominal insentif, melainkan soal keadilan struktural dan pengakuan profesi. Dari Lamongan, Jawa Timur, Sami’an, S.Hum., M.Pd.I., tenaga pendidik di MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, menegaskan pesan tegas yang mewakili ratusan ribu guru non-ASN di seluruh Indonesia: “Kami tidak minta dikasihani, kami minta diakui.” Pernyataan ini menjadi antitesis terhadap kebijakan pemerintah yang masih cenderung memperlakukan guru madrasah swasta sebagai penerima bantuan sosial temporer, padahal mereka menanggung beban kerja profesional, administrasi EMIS/SIMPATIKA, dan tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa yang setara dengan guru ASN. Aspirasi ini kini telah masuk ke ruang legislasi DPR RI melalui audiensi SIAGA (Mei 2026) dan pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional, namun implementasi di lapangan masih jauh dari prinsip “Setara beban kerja, setara kesejahteraan.”

 

Tuntutan Keadilan Substantif vs Kebijakan Insentif Parsial

Inti dari gerakan ini adalah pergeseran paradigma dari “bantuan” menuju “hak”. Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan Kemenag memang telah menaikkan insentif guru non-ASN menjadi Rp400.000/bulan (anggaran Rp1,8 triliun untuk 377.143 guru) dan memberikan insentif guru madrasah sebesar Rp1,5 juta, serta mempercepat sertifikasi bagi 467.353 guru dengan anggaran Rp11,59 triliun. Namun, bagi Sami’an dan rekan-rekannya, angka-angka tersebut belum menjawab persoalan mendasar: ketidakpastian status kepegawaian, ketimpangan akses sertifikasi (baru 52% dari 800 ribu guru madrasah), dan absennya perlindungan sosial jangka panjang. Mereka menuntut kebijakan yang holistik: penghasilan layak yang berkelanjutan (bukan bansos), jenjang karier yang jelas, mekanisme rekrutmen PPPK yang adil tanpa diskriminasi antar-kementerian, serta jaminan pensiun dan kesehatan. Intinya, guru madrasah swasta ingin diperlakukan sebagai profesional pendidikan, bukan objek amal kebajikan politik.

Baca Juga

FB IMG 1789567536017

Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

5 October 2026
WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

1 October 2026
FB IMG 1790586087848

Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

28 September 2026
Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

27 September 2026

 

Suara Akar Rumput Sami’an & Aliansi Strategis di Senayan

Pihak yang menyuarakan aspirasi adalah guru madrasah swasta non-ASN yang berjumlah lebih dari 617 ribu orang (data Pusat Analisis Keparlemenan DPR RI, Feb 2026), dengan Sami’an sebagai representasi vokal dari Lamongan. Ia didukung oleh organisasi seperti Persatuan Guru Swasta Nusantara (PGSN) yang diketuai Husni Mubarak, serta forum SIAGA yang berhasil membawa isu ini ke Baleg DPR RI. Di tingkat legislatif, dukungan datang dari Wakil Ketua Komisi VIII Ansory Siregar (Februari 2026) yang mendorong percepatan pengangkatan PPPK, Anggota Komisi VIII Selly Andriany Gantina (Agustus 2026) yang menyoroti ketimpangan sertifikasi, serta Wakil Ketua Komisi X Kurniasih Mufidayati yang memasukkan kesejahteraan guru non-ASN dalam pembahasan RUU Sisdiknas. Sinergi antara aktivis akar rumput dan legislator progresif ini menciptakan tekanan politik yang sulit diabaikan oleh eksekutif.

 

Momentum 2026 Sebagai Titik Balik atau Pengulangan Sejarah?

Tahun 2026 menjadi tahun yang krusial karena merupakan periode evaluasi tengah pemerintahan sekaligus momentum pembahasan regulasi turunan UU Sisdiknas baru. Audiensi di Mei 2026 dan pernyataan politisi di Agustus 2026 menunjukkan bahwa isu ini sedang berada di puncak perhatian parlemen. Namun, bagi guru di lapangan, waktu adalah musuh; setiap bulan penundaan berarti bulan-bulan di mana mereka harus membagi fokus antara mengajar dan mencari nafkah tambahan. Jika kebijakan afirmatif tidak segera diterjemahkan menjadi Perpres atau PP yang mengikat sebelum akhir 2026, maka janji-janji di Senayan hanya akan menjadi catatan sejarah yang pahit, mengulang siklus harapan palsu yang sudah berlangsung puluhan tahun.

 

Konstitusi, Sejarah Madrasah, dan Profesionalisme yang Terabaikan

Mengapa tuntutan ini sangat mendesak dan sah secara moral maupun hukum? Pertama, Pasal 31 UUD 1945 mewajibkan negara menyelenggarakan sistem pendidikan nasional, dan madrasah swasta adalah bagian tak terpisahkan dari sistem tersebut—mereka mengisi kesenjangan layanan pendidikan di daerah yang tidak terjangkau sekolah negeri. Kedua, sejarah madrasah menunjukkan bahwa lembaga ini tumbuh dari inisiatif masyarakat dan tokoh agama jauh sebelum negara hadir; guru-gurunya adalah pahlawan sunyi yang mempertahankan literasi dan karakter bangsa. Ketiga, tuntutan profesionalisme modern mengharuskan guru menguasai teknologi, kurikulum merdeka, dan asesmen kompleks; mustahil mengharapkan kualitas output pendidikan tinggi jika input kesejahteraannya rendah. Membiarkan guru hidup dalam ketidakpastian ekonomi sama dengan mengkhianati amanat konstitusi dan merusak masa depan generasi emas.

 

Dari RUU Sisdiknas Hingga Implementasi Berbasis Data

Bagaimana mewujudkan keadilan yang dituntut? Diperlukan peta jalan konkret yang melampaui retorika:

1. Percepatan Regulasi Turunan: Masukkan pasal khusus tentang “Kesetaraan Kesejahteraan Guru Non-ASN Madrasah Swasta” dalam RUU Sisdiknas dan turunannya, yang menjamin minimalisasi penghasilan berbasis standar hidup layak, bukan sekadar insentif simbolis.

2. Reformasi Mekanisme Sertifikasi & PPPK: Hapus diskriminasi antar-kementerian. Buat kuota khusus dan jalur afirmatif bagi guru madrasah swasta berusia >35 tahun dengan masa bakti >10 tahun untuk diangkat PPPK tanpa tes akademik murni, mengingat kompetensi pedagogis mereka telah teruji waktu.

3. Integrasi Data EMIS-SIMPATIKA-Badan Kepegawaian: Gunakan data real-time untuk memetakan guru yang eligible, mencegah manipulasi, dan memastikan alokasi anggaran tepat sasaran. Transparansi data adalah kunci kepercayaan.

4. Skema Pendanaan Hybrid: Libatkan APBN, APBD, dan dana BOS/BOP secara proporsional untuk menanggung gaji pokok guru madrasah swasta, sehingga beban yayasan berkurang dan pendapatan guru stabil.

5. Perlindungan Sosial Universal: Wajibkan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan bagi semua guru non-ASN madrasah, dibiayai bersama oleh negara dan penyelenggara pendidikan, sebagai bentuk jaminan hari tua dan kesehatan.

6. Pengawasan Partisipatif: Bentuk tim monitoring independen yang terdiri dari perwakilan guru, BPD, dan akademisi untuk mengawal implementasi kebijakan di daerah, mencegah penyimpangan di tingkat satuan pendidikan.

 

Pengabdian Ikhlas Bukan Alasan untuk Dibiarkan Menderita

Kepada Presiden, Menteri, dan Anggota DPR: guru madrasah swasta juga guru Indonesia. Mereka bukan kelas dua dalam ekosistem pendidikan. Jangan biarkan frasa “pahlawan tanpa tanda jasa” menjadi pembenaran untuk menelantarkan mereka. Pengabdian yang ikhlas adalah modal spiritual, tetapi negara punya kewajiban material untuk menghargainya.

 

Kepada Sami’an dan seluruh guru madrasah swasta: perjuangan kalian adalah perjuangan martabat. Teruslah bersuara, teruslah berkolaborasi, dan jangan pernah lelah menuntut keadilan. Karena pada akhirnya, pendidikan yang maju tidak mungkin dibangun di atas pundak guru yang lapar dan cemas.

 

“Satu beban kerja, satu hak yang sama.” Itu bukan permintaan; itu adalah keharusan konstitusional. Wujudkan sekarang, sebelum generasi emas Indonesia kehilangan para pembimbing terbaiknya karena sistem yang tidak adil. Madrasah hebat, guru sejahtera, bangsa jaya.

    Tags: Bukan Sekadar Insentif Rp400 RibuGuru Madrasah SwastaLamonganTagih Keadilan Sistemik
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    “Inovasi Pembelajaran IPA tentang Ekosistem dan Rantai Makanan Berbasis Permainan Interaktif di SLB Negeri 2 Bantul”

    Next Post

    Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) Tingkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Kalimat Sederhana pada Siswa Autis sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas & Inklusif

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    FB IMG 1789567536017

    Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    1 October 2026
    FB IMG 1790586087848

    Tumpukan Sampah Di Bantaran Sungai Bawah Jembatan Pasar Sugio Menggunung, Warga Keluhkan Bau Dan Rawan Kebakaran

    28 September 2026
    Bagi mahasiswa MHU UIN SGD Bandung, Bulan September adalah ruang refleksi sejarah guna merawat ingatan kolektif bangsa, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan kepekaan sosial sebagai bekal calon pelayan masyarakat di masa depan.

    Mahasiswa MHU UIN SGD Bandung Rawat Ingatan Bangsa Lewat Diskusi September Hitam

    27 September 2026
    Next Post
    sdgs

    Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) Tingkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Kalimat Sederhana pada Siswa Autis sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas & Inklusif

    WhatsApp Image 2026 09 25 at 04.46.16

    Menyeberang Zebra Cross, Belajar Bahasa Indonesia Sambil Mengenal Rambu Lalu Lintas

    WhatsApp Image 2026 09 17 at 10.40.12

    Belajar Memilih di Tengah Keterbatasan Sumber Daya, Siswa SMA Negeri 2 Klaten Didorong Terapkan Konsumsi Bijak Melalui Skala Prioritas

    WhatsApp Image 2026 09 25 at 09.00.30

    Kemarau Panjang Tak Surutkan Semangat, Lapas Bandanaira Panen 50 Ikat Kangkung dari Lahan SAE

    WhatsApp Image 2026 09 15 at 19.55.55 3

    Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan Gelar Rapat Persiapan Tindak Lanjut Implementasi Layanan PERINTIS 10 Hari

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    1

    Bekali Keterampilan Kerja, WBP Lapas Arjasa Kelola SAE Cuci Kendaraan

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.06.57

    Lapas Arga Makmur Perkuat Persiapan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi WBP

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.05.24

    Lapas Arga Makmur Ikuti Anev Menteri, Perkuat Evaluasi dan Tindak Lanjut Kinerja

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 12.10.20

    Rutan Bengkulu Gelar Sidang TPP, Bahas Perkembangan dan Program Pembinaan Warga Binaan

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.12.53

    15 Warga Binaan Rutan Bengkulu Bebas Melalui Program Integrasi, Siap Kembali ke Masyarakat

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 10.48.36

    Hari Pertama Renovasi Dapur, Rutan Bengkulu Mulai Tingkatkan Kualitas Sarana Pengolahan Makanan

    6 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita