Pada Senin, 21 September 2026, Pukul 08.00 WIB, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi Ekosistem dan Rantai Makanan di SLB Negeri 2 Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Praktik Mengajar Mahasiswa PK yang dirancang secara inklusif dan kontekstual, sehingga sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Khususnya pada peserta didik yang mengalami hambatan Pendengaran dan hambatan Intelektual. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta didik.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep ekosistem serta hubungan antarmakhluk hidup dalam rantai makanan melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa. Proses pembelajaran diawali dengan penyampaian materi menggunakan media PowerPoint yang disusun secara visual, sederhana, dan mudah dipahami oleh siswa dimana pada penyampaian materi yang dikombinasikan dengan penjelasan Bahasa Insyarat. Materi pertama mengenai pengertian ekosistem serta komponen biotik dan abiotik. Mahasiswa PK UNY memberikan contoh melalui gambar lingkungan sekitar agar siswa mudah mengenali dan membedakan keduanya. Selanjutnya siswa menjelaskan materi rantai makanan, meliputi pengertian, urutan organisme, serta peran produsen, konsumen, dan pengurai. Materi disampaikan secara bertahap menggunakan gambar dan contoh sederhana. Setelah itu, siswa memperkuat pemahaman melalui permainan interaktif dengan mengelompokkan gambar komponen biotik dan abiotik serta menyusun rantai makanan berdasarkan urutan dan peran organisme yang tepat. Kegiatan dilakukan secara interaktif agar siswa terlibat langsung dalam pembelajaran. Sebagai pelengkap, siswa diberikan video edukatif mengenai ekosistem dan rantai makanan. Video dipilih dengan tampilan menarik dan materi sederhana agar siswa dapat menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Setelah video selesai, Mahasiswa memberikan penguatan terhadap konsep utama, terutama komponen biotik dan abiotik serta urutan dan peran organisme dalam rantai makanan. Kegiatan ini melibatkan guru pamong (Mahasiswa) serta seluruh siswa kelas yang menjadi sasaran pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap antusiasme dan pemahaman siswa. Siswa terlihat lebih aktif dan mampu mengenali komponen-komponen ekosistem serta menyusun urutan rantai makanan sederhana dengan bantuan media visual dan permainan yang interaktif. Pendekatan berbasis masalah yang kontekstual terbukti membantu siswa berkebutuhan khusus memahami materi secara lebih konkret. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Mahasiswa PK UNY dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi peserta didik di sekolah luar biasa, sejalan dengan semangat SDGs Poin 4.
Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran berbasis masalah dengan media interaktif seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi lebih variatif dan diterapkan secara berkelanjutan, baik oleh Mahasiswa PK maupun tenaga pendidik di SLB Negeri 2 Bantul. Kolaborasi antara UNY dan sekolah mitra diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan inklusif serta menjadi inspirasi bagi pengembangan metode pembelajaran serupa di satuan pendidikan lainnya.
Penulis: Zulfa Aisyah Putri

















