TANGERANG SELATAN – Bagi mahasiswa Teknik Kimia, ilmu tidak berhenti di ruang kuliah. Dalam waktu kurang dari dua pekan, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pamulang (HMTK UNPAM) Kabinet Cakranata menjalankan dua kegiatan Bidang Eksternal yang saling melengkapi. Kegiatan pertama membawa mahasiswa masuk ke jantung industri petrokimia. Kegiatan kedua membawa ilmu itu kembali ke tengah masyarakat. Keduanya berada di bawah tema “Sinergi Industri dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Berkelanjutan”.
Mengintip “Dapur” Petrokimia Terbesar di Indonesia
Pada Kamis (10/9/2026), HMTK UNPAM menggelar Kunjungan Industri (KIN) ke PT Chandra Asri Pacific Tbk di Ciwandan, Cilegon, Banten. Rombongan terdiri atas 48 mahasiswa Program Studi Teknik Kimia yang didampingi 3 dosen pembimbing. Mereka berangkat pagi hari menuju perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia tersebut.
Sebelum melangkah ke area industri, peserta mengikuti safety induction dan paparan profil perusahaan, karena keselamatan kerja adalah aturan pertama di dunia industri. Setelah itu, mahasiswa melakukan kunjungan lapangan dan menyaksikan langsung penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di kelas. Materi seperti reaksi kimia, perpindahan panas dan massa, proses pemisahan, utilitas pabrik, sistem pengendalian proses, hingga pengolahan limbah industri tampil dalam skala nyata. Perusahaan ini memproduksi olefin, poliolefin, styrene monomer, butadiene, dan produk petrokimia lainnya. Kunjungan tersebut memberi gambaran utuh tentang proses produksi produk yang dipakai sehari-hari.
Suasana kian hidup saat sesi tanya jawab. Para mahasiswa antusias menggali informasi tentang teknologi produksi, sistem pengendalian mutu (quality control), pengelolaan lingkungan, dan budaya kerja profesional di industri petrokimia.
Berbagi Ilmu di Gunung Sindur
Pada 19–20 September 2026, semangat belajar itu berlanjut ke Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 30 mahasiswa yang didampingi 2 dosen pembimbing mengajak warga mengubah bahan-bahan sederhana menjadi produk bernilai guna.
Setelah pembukaan yang diisi sambutan Ketua Pelaksana, Ketua HMTK UNPAM, dan Ketua RT setempat, mahasiswa memaparkan dan mempraktikkan pembuatan lima produk yang dekat dengan kebutuhan rumah tangga:
Detergen cair untuk kebutuhan mencuci sehari-hari.
Karbol beraroma sereh, pembersih lantai yang segar dan harum.
Lilin aromaterapi, produk kreatif yang berpotensi menjadi peluang usaha.
Briket arang serbuk kayu, bahan bakar alternatif yang memanfaatkan serbuk kayu.
Sampo cuci mobil dan motor untuk warga pemilik kendaraan.
Mahasiswa menjelaskan komposisi, takaran, dan tahapan pembuatan dengan bahasa yang mudah dipahami. Pada materi briket, peserta juga melihat cara menguji kualitas briket dengan memanaskan air, sehingga terbukti bahwa produk buatan sendiri dapat berfungsi sebagai sumber energi. Sesi tanya jawab dipenuhi pertanyaan warga, mulai dari cara memperoleh bahan hingga peluang usaha, dan pembagian doorprize menutup kegiatan dengan penuh keceriaan.
Kata Mereka
Ketua HMTK UNPAM, Cantyka Ayutamma, mengatakan dua kegiatan ini saling menguatkan. “Di industri, kami melihat bagaimana ilmu Teknik Kimia diterapkan dalam skala besar. Di tengah masyarakat, kami belajar menyampaikan ilmu itu dengan sederhana agar bermanfaat langsung. Kami ingin ilmu dari kelas tidak berhenti di catatan kuliah,” ujarnya.
Ketua Pelaksana, Lala Sabella, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dan warga menjadi penyemangat panitia. “Melihat teman-teman aktif bertanya di industri dan warga bersemangat mencoba di Gunung Sindur, kami merasa persiapan yang panjang terbayar. Ini pengalaman berharga tentang komunikasi dan kerja sama,” katanya.
Dosen pembimbing, Rhahmasari Ismet, S.Si., M.Sc., menilai kedua kegiatan melatih mahasiswa secara utuh. “Kunjungan industri menghubungkan teori dengan praktik nyata. Pengabdian masyarakat melatih mahasiswa bertanggung jawab atas ilmunya. Menjelaskan konsep kimia kepada masyarakat umum membutuhkan kemampuan yang berbeda dari menjawab soal ujian,” tuturnya.
Dari pihak warga, perwakilan masyarakat setempat menyambut baik kehadiran para mahasiswa. “Kami berterima kasih atas ilmu yang dibagikan. Ternyata membuat produk rumah tangga tidak serumit yang dibayangkan, dan bisa menjadi peluang bagi warga,” ungkapnya.
Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Eksternal HMTK UNPAM sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui KIN dan PkM, HMTK UNPAM berharap lahir calon Sarjana Teknik Kimia yang kompeten, berpikir kritis, peduli sosial, dan siap berkontribusi bagi dunia industri maupun masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan antara Universitas Pamulang, dunia industri, dan masyarakat.

























