Bengkulu – Keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang produktif. Di bawah bimbingan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), lahan sempit di area Gedung Kegiatan Kerja disulap menjadi lahan budidaya sayuran yang tertata dan bernilai guna. Rabu (07/10)
Salah satu komoditas yang dibudidayakan adalah sawi pahit, yang juga dikenal sebagai sawi jabung atau mostarda. Tanaman tersebut dirawat secara rutin oleh WBP sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian yang dilaksanakan Lapas Bengkulu.
Dalam prosesnya, WBP terlibat langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, penanaman hingga perawatan tanaman. Keterlibatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas produktif, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Memasuki masa panen, kegiatan tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Didampingi Iskandar Muda selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Yudi Chandra selaku Kepala Subseksi Sarana Kerja Lapas Kelas IIA Bengkulu, jajaran staf Giatja, serta WBP, proses panen berhasil menghasilkan 14 kilogram sawi.
Hasil panen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa program pembinaan kemandirian dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, termasuk lahan dengan luasan terbatas. Pengelolaan yang dilakukan secara konsisten membuat ruang yang sebelumnya terbatas mampu menghasilkan kegiatan yang produktif.
Bagi Lapas Bengkulu, kegiatan pertanian tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen. Lebih dari itu, proses budidaya menjadi bagian dari upaya membangun sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, serta keterampilan kerja bagi WBP.
Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga pembinaan kemandirian semakin memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Dengan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan, WBP diharapkan memiliki bekal untuk kembali produktif dan berdaya guna di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.




















