Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswa dan dosen berkontribusi secara langsung terhadap masyarakat. Dalam konteks pendidikan, kegiatan PKM dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan peserta didik di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang di SMKN 3 Depok pada 29 September 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengenalan Karya Sastra dan Media Publikasi Digital di SMKN 3 Depok.”
Pemilihan tema tersebut didasarkan pada pentingnya memperkenalkan sastra kepada generasi muda dalam konteks perkembangan teknologi digital. Sastra tidak hanya dapat dipahami sebagai karya yang terdapat dalam buku, majalah, atau media cetak, tetapi juga dapat berkembang melalui berbagai platform digital. Perkembangan teknologi memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk membaca, menulis, mengapresiasi, sekaligus mempublikasikan karya sastra. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karya sastra perlu disertai dengan pengenalan terhadap media publikasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
Kegiatan PKM ini juga menjadi bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia. Pengetahuan mengenai puisi, cerpen, apresiasi sastra, bahasa, serta perkembangan media dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa. Dengan demikian, kegiatan PKM tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat sasaran, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penerapan ilmu sastra di luar lingkungan kampus.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga orang dosen dan lima orang mahasiswa. Tim dosen terdiri atas Dr. Lisa Novia, S.Pd., M.Pd., Dr. Nugroho Widhi Pratomo, S.S., M.Pd., serta Zaki Zainal Arifin, S.S., M.Pd. sebagai ketua pelaksana. Sementara itu, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Alif Bintang Wicaksono, Muhammad Putra Ariansyah, Muhammad Alfan Khoiron Subangi, Muhammad Danial Fawazi, dan Viswanathan Adianto Fazah. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan karena setiap anggota dapat menjalankan peran sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawabnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hakikat dan bentuk karya sastra. Siswa diperkenalkan pada beberapa genre sastra, khususnya puisi dan cerpen, sebagai bentuk karya yang relatif dekat dengan kehidupan remaja. Puisi dapat menjadi media untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman, kritik, dan gagasan melalui bahasa yang padat dan estetis. Sementara itu, cerpen dapat menjadi ruang untuk menceritakan pengalaman, konflik, maupun persoalan kehidupan melalui tokoh, alur, latar, dan unsur pembangun cerita lainnya.
Pengenalan karya sastra kepada siswa tidak berhenti pada aspek teoritis. Sastra juga diposisikan sebagai media ekspresi yang dapat membantu siswa menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka. Pada usia remaja, siswa memiliki berbagai pengalaman, keresahan, imajinasi, serta pandangan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Melalui karya sastra, pengalaman tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang kreatif dan bermakna. Dengan demikian, sastra dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali dirinya sekaligus memahami kehidupan orang lain.
Hal penting lainnya dalam kegiatan ini adalah pengenalan terhadap media publikasi digital. Perubahan pola konsumsi informasi membuat karya sastra memiliki berbagai kemungkinan baru untuk dipublikasikan. Siswa tidak harus menunggu karya mereka diterbitkan melalui media cetak atau penerbit konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, karya dapat dibagikan kepada masyarakat melalui berbagai platform yang tersedia. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi tidak hanya sebagai pembaca, tetapi juga sebagai pencipta dan publikator karya.
Namun, kemudahan publikasi digital juga perlu diimbangi dengan kesadaran literasi digital. Siswa perlu memahami bahwa karya yang dipublikasikan di ruang digital memiliki konsekuensi tertentu. Mereka perlu memperhatikan penggunaan bahasa, orisinalitas karya, etika publikasi, hak cipta, serta tanggung jawab terhadap isi yang disampaikan. Dengan demikian, publikasi digital tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mengunggah tulisan, tetapi juga sebagai proses komunikasi yang membutuhkan tanggung jawab dan etika.
Kegiatan PKM ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi generasi muda yang semakin akrab dengan media digital. Siswa SMKN 3 Depok hidup dalam lingkungan komunikasi yang memungkinkan informasi dan karya tersebar secara cepat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan budaya literasi sastra. Jika diarahkan dengan tepat, media digital dapat menjadi ruang produktif bagi siswa untuk menghasilkan karya, memberikan apresiasi terhadap karya orang lain, serta membangun keberanian untuk mengekspresikan gagasan.
Dari perspektif pendidikan sastra, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan sastra perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran sastra tidak cukup jika hanya menekankan hafalan mengenai pengertian, jenis, atau unsur karya sastra. Siswa juga perlu diberikan pengalaman untuk menciptakan dan mempublikasikan karya. Pendekatan semacam ini memungkinkan sastra hadir sebagai pengalaman kreatif yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Teknologi digital kemudian dapat berfungsi sebagai jembatan antara proses penciptaan karya dengan ruang apresiasi masyarakat.
Selain memberikan pengetahuan kepada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman akademik dan sosial bagi mahasiswa Universitas Pamulang. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi akademik menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik. Mereka juga belajar mengenai pentingnya koordinasi, pembagian tugas, komunikasi, dan tanggung jawab dalam sebuah kegiatan pengabdian. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan PKM juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di masyarakat. Dosen berperan dalam memberikan arahan akademik dan memastikan kegiatan memiliki landasan keilmuan, sedangkan mahasiswa dapat menjadi penghubung yang lebih dekat dengan peserta didik melalui pendekatan yang komunikatif dan kreatif. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak edukatif yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, kegiatan “Pengenalan Karya Sastra dan Media Publikasi Digital di SMKN 3 Depok” menunjukkan bahwa sastra memiliki ruang yang luas untuk berkembang di tengah era digital. Sastra tidak kehilangan relevansinya karena perkembangan teknologi; sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana baru untuk memperluas jangkauan sastra. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin mengenal karya sastra, memiliki keberanian untuk mengekspresikan gagasan melalui tulisan, serta mampu memanfaatkan media digital sebagai ruang publikasi secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Deapat disimpulkan, PKM yang dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang di SMKN 3 Depok pada 29 September 2026 dapat dipandang sebagai bentuk nyata penerapan ilmu sastra dalam kehidupan pendidikan. Kegiatan ini mempertemukan sastra, pendidikan, kreativitas, dan teknologi digital dalam satu ruang pembelajaran. Lebih jauh, kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengenalan sastra kepada generasi muda bukan sekadar upaya mempertahankan keberadaan karya sastra, melainkan juga membangun kemampuan generasi muda untuk membaca realitas, mengolah pengalaman menjadi gagasan, dan menyuarakannya melalui media yang sesuai dengan perkembangan zaman.

























