Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Semangat menjaga lingkungan tidak hanya bisa ditumbuhkan melalui materi di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang melibatkan murid secara langsung. Hal ini menjadi latar belakang kegiatan penghijauan dan kolaborasi materi yang dilaksanakan di halaman MAN 1 Yogyakarta pada Senin (21/9/2026), bertepatan dengan latihan rutin Kelompok Petualang Gunung dan Rimba (KPGR) Lebah Gunung MAN 1 Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan menggandeng KPGR Lebah Gunung MAN 1 Yogyakarta di bawah bimbingan Bapak Epa Wira Darmawan, S.Pd., serta Persemaian BPDAS Serayu Opak Progo sebagai penyedia bibit tanaman. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan wawasan kecintaan terhadap alam dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, tim Praktik Kependidikan UNY menyampaikan materi kolaboratif kepada anggota KPGR Lebah Gunung, sekaligus melakukan penyerahan dan penanaman bibit pohon tabebuya sebagai simbol nyata dari semangat penghijauan. Tabebuya dipilih karena selain berfungsi sebagai peneduh, pohon ini juga memiliki nilai estetika tinggi saat berbunga, sehingga diharapkan dapat mempercantik lingkungan sekolah sekaligus memberikan manfaat ekologis jangka panjang.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif, memadukan sesi berbagi materi dengan praktik langsung penanaman di lingkungan sekolah. Murid anggota KPGR Lebah Gunung tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga dilibatkan aktif dalam proses penanaman, mulai dari penggalian lubang tanam, penempatan bibit, hingga penataan akhir agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Kegiatan ini digagas oleh tim Praktik Kependidikan UNY yang beranggotakan Juvita Putri Maharani (Pendidikan Geografi), Irish Andrea Savira Putri (Pendidikan Bahasa Prancis), Dieva Firandina Ramadhanty (Pendidikan Bahasa Prancis), Shafa Fitriana (Pendidikan Ekonomi), Desi Setyawati (Pendidikan Kimia), Naila Zannuba Salsabila (Pendidikan Bahasa Prancis), Syafrila Naura Raihanah (Pendidikan Kimia), Dwi Wahyu Safitri (Pendidikan Sejarah), Kholifatu Khoerunisa (Pendidikan Bahasa Prancis), Novi Hayyu Fatiha (Pendidikan Sosiologi), Redya Aksa Ramandha (Pendidikan Sejarah), Muhammad Rafi (Pendidikan Ekonomi), Awang Adhitya Jati Ardhana (Pendidikan Bahasa Daerah Jawa), serta Arimbi Setyo Wahyu Utami (Pendidikan Bahasa Daerah Jawa). Keberagaman latar belakang program studi ini memperkaya proses kolaborasi, karena setiap anggota membawa sudut pandang berbeda dalam merancang dan menjalankan kegiatan.

Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kolaborasi mahasiswa UNY dan KPGR Lebah Gunung dalam kegiatan penghijauan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan dan tindakan nyata di lingkungan madrasah.
“Menjaga lingkungan itu tidak cukup hanya dengan mengingatkan. Murid perlu dilibatkan langsung supaya mereka terbiasa peduli dan merasa ikut bertanggung jawab. Harapannya, bibit yang ditanam hari ini bisa dirawat bersama dan manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Edi.
Melalui kegiatan ini, murid diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan tindakan yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah. Kolaborasi dengan Persemaian BPDAS Serayu Opak Progo juga membuka wawasan murid mengenai peran lembaga pemerintah dalam konservasi dan penyediaan bibit tanaman untuk mendukung program penghijauan di berbagai wilayah.
Kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena melibatkan proses berbagi pengetahuan dan pembelajaran aktif di luar kelas; SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui aksi nyata penanaman pohon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, yang tercermin dari upaya pelestarian dan penambahan tutupan hijau di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi antara mahasiswa PK UNY, komunitas KPGR Lebah Gunung, dan Persemaian BPDAS Serayu Opak Progo, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar. Selain menambah pengetahuan murid tentang pentingnya penghijauan, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus mempererat kolaborasi lintas komunitas demi keberlanjutan lingkungan sekolah dan sekitarnya. (uny)






















