Surabaya (MAN 1 Yogya) — Chafiekah Fatya Shofiana, murid kelas X E MAN 1 Yogyakarta, menorehkan prestasi dalam Airlangga Demography Festival (ADFEST) 2026 yang diselenggarakan UKM Kependudukan Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (19/9/2026). Kompetisi yang berlangsung di UNAIR Kampus C tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kompetisi bertema “Empowering Youth for Quality Human Capital in the Era of Demographic Bonus” itu, Chafiekah mengangkat isu pernikahan dini melalui karya poster yang memuat data, faktor penyebab, serta alternatif solusi dengan konsep “CERIA”.
Persiapan karya diawali dengan mengolah informasi mengenai pernikahan dini dan merumuskan pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak. Chafiekah kemudian menyusun konsep visual, mulai dari pemilihan warna, ilustrasi, hingga tata letak, agar informasi dapat dipahami dengan mudah dan menarik.
ADFEST 2026 dilaksanakan melalui dua tahap, yakni babak penyisihan secara daring dan babak final secara luring. Pada tahap penyisihan, karya dinilai berdasarkan lima aspek, yaitu keaslian ide dan kreativitas, kesesuaian dengan tema, kejelasan serta daya tarik pesan, kedalaman isi poster, dan kualitas visual.
Peserta yang lolos ke babak final harus mempresentasikan karya di hadapan dua juri. Penilaian meliputi kemampuan menjelaskan isi poster, ketepatan menjawab pertanyaan, pengelolaan waktu, kesantunan berargumen, serta kejelasan bahasa. Aspek kreativitas juga menjadi perhatian, termasuk inovasi, keunikan poster, kualitas gambar, keterbacaan tulisan, dan kerapian tata letak.

Menjelang final, Chafiekah mempersiapkan alur presentasi secara runtut, mulai dari latar belakang masalah, faktor penyebab, hingga kesimpulan. Ia juga berlatih berbicara secara mandiri untuk meningkatkan kelancaran penyampaian sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan juri.
Tantangan muncul saat menyusun poster dan mempresentasikannya. Chafiekah perlu memastikan informasi yang cukup kompleks dapat tersampaikan secara ringkas dan mudah dipahami. Sementara saat final, rasa gugup ketika memaparkan seluruh isi poster menjadi tantangan tersendiri.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas upaya Chafiekah dalam mengikuti kompetisi tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi usaha dan keberanian Ananda Chafiekah dalam mengikuti kompetisi nasional ini. Mengangkat isu pernikahan dini melalui poster menjadi kesempatan untuk belajar mengolah data, menyampaikan gagasan, dan menawarkan solusi secara kreatif. Semoga pengalaman ini semakin memotivasi Chafiekah untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Edi.
Keikutsertaan Chafiekah dalam ADFEST 2026 menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah literasi data, kreativitas visual, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri. Melalui isu kependudukan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, ia juga berkesempatan memahami persoalan secara lebih mendalam dan menyampaikan gagasan yang bermanfaat.(dee)























