SUKOHARJO – Suasana pagi di sepanjang aliran sungai Pos RT 03, Dukuh Soko, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol tampak berbeda dari biasanya pada Minggu (20/9/2026). Ratusan pehobi pancing dan warga setempat memadati bantaran sungai untuk mengikuti perhelatan meriah bertajuk “Soko Mancing Rukun”, sebuah lomba memancing ikan lele yang digagas oleh pemuda desa setempat.
Tidak tanggung-tanggung, panitia menyebar total 100 kilogram ikan lele ke dalam aliran sungai untuk diperebutkan oleh para peserta sejak pukul 07.00 WIB. Disertai dengan iming-iming banjir hadiah dan berbagai doorprize menarik, sorak-sorai peserta yang berhasil mengangkat kail kian menghidupkan suasana akhir pekan.
Koordinator pelaksana acara, Setiawan, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat animo peserta yang luar biasa. Menurutnya, persiapan panitia yang matang terbayar lunas dengan kelancaran acara.
“Jujur, antusiasmenya sangat luar biasa dan bahkan di luar dugaan kami. Sungai Soko hari ini penuh dengan canda tawa dan keakraban. Semuanya berjalan tertib dan aman. Kami dari kepanitiaan merasa sangat puas, karena dari proses menebar 100 kilogram lele sampai sesi pengundian doorprize, seluruh peserta bisa bersenang-senang, mematuhi aturan, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sungai,” ungkap Setiawan di sela-sela acara.
Diinisiasi langsung oleh Karang Taruna Mekar Abadi Dukuh Soko, acara ini rupanya dirancang dengan tujuan yang jauh lebih bermakna dari sekadar kompetisi memancing biasa. Ketua Karang Taruna Mekar Abadi Dukuh Soko, Pandu Saputro, menegaskan bahwa nama kegiatan ini membawa pesan sosial yang kuat bagi masyarakat.
“Sesuai dengan tajuknya, ‘Soko Mancing Rukun’, joran, umpan, dan ikan lele itu sebenarnya hanyalah perantara. Esensi dan tujuan utama kami mengadakan acara ini adalah bagaimana kita merawat kerukunan, gotong royong, dan merekatkan kembali tali silaturahmi antar warga yang mungkin sehari-hari sudah sibuk dengan rutinitas kerjanya. Di pinggir sungai ini, semua duduk sejajar, membaur, dan saling bertegur sapa. Itulah pencapaian terbesar bagi kami para pemuda desa,” tutur Pandu.
Semangat kolaborasi sosial yang dibangun oleh Karang Taruna ini juga mendapat dukungan penuh dari Pradistya Fiqri Bagaskoro, selaku mitra pelaksana kegiatan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo. Hadir dan berbaur langsung di tengah-tengah peserta lomba, Pradistya menyampaikan apresiasi mendalam atas kreativitas pemuda Dukuh Soko.
“Saya melihat langsung bagaimana kawan-kawan pemuda di Karang Taruna Mekar Abadi mampu mengorkestrasi sebuah kegiatan yang terlihat sederhana namun memiliki dampak kohesi sosial yang sangat tinggi. Ini bukan sekadar menyalurkan hobi warga, tetapi soal menjaga harmoni. Sebagai wakil rakyat dan juga mitra mereka, saya akan terus mendorong serta mendampingi inisiatif-inisiatif cerdas seperti ini. Kita butuh lebih banyak ruang interaksi warga di Sukoharjo yang positif, hidup, dan tentu saja guyub rukun seperti hari ini,” pungkas Fiqri.
Hingga acara berakhir, kemeriahan terus terjaga. Warga tidak hanya pulang dengan membawa hasil tangkapan ikan lele, tetapi juga berbagai hadiah hiburan yang disediakan panitia, serta yang paling utama, membawa pulang kebahagiaan dan kehangatan silaturahmi.
























