Pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 09.45 WIB , mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran Program Kekhususan di sekolah tempat pelaksanaan PK dengan target peserta didik autis. Kegiatan fokus pada latihan keterampilan bina diri, khususnya mengikat tali sepatu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemandirian peserta didik dalam aktivitas sehari-hari dan mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kemampuan peserta didik dalam menggunakan sepatu bertali. Peserta didik masih mengalami kesulitan melakukan tahapan pengikatan tali sepatu secara mandiri. Oleh karena itu, mahasiswa membuat media berbentuk sepatu dari kardus yang dilengkapi tali sebagai media latihan. Penggunaan media tersebut didasarkan pada prinsip task analysis , yaitu keterampilan yang kompleks yang diuraikan menjadi beberapa langkah sederhana agar lebih mudah dipelajari oleh peserta didik. Selanjutnya peserta didik diberikan contoh dan latihan secara bertahap dengan bantuan ( prompting ) yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Latihan dilakukan secara berulang untuk membantu peserta didik memahami urutan gerakan dan meningkatkan kemandirian. Pendekatan chaining juga relevan dalam mengikat tali sepatu karena keterampilan tersebut terdiri atas beberapa tahapan yang perlu dilakukan secara berurutan. Penelitian mengenai pembelajaran mengikat tali sepatu pada peserta didik autis menunjukkan bahwa backward chaining dapat digunakan untuk membantu penguasaan keterampilan tersebut.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih koordinasi motorik halus, mengikuti urutan langkah, serta meningkatkan kemandirian dalam keterampilan bina diri. Penggunaan media sepatu dari kardus juga memberikan pengalaman belajar yang konkret dan dapat digunakan secara berulang. Latihan yang dilakukan secara konsisten penting karena keterampilan bina diri pada peserta didik autis memerlukan kesempatan untuk berlatih dalam situasi yang terstruktur dan dapat diprediksi. Dukungan visual dan latihan bertahap juga telah digunakan dalam pembelajaran keterampilan kehidupan sehari-hari pada peserta didik autis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, latihan pengikatan tali sepatu yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan bertahap , mulai dari penggunaan media latihan hingga penerapan langsung pada sepatu yang digunakan peserta didik. Dengan latihan yang konsisten dan bantuan yang secara bertahap dikurangi, peserta didik diharapkan semakin terbiasa melakukan keterampilan-keterampilan tersebut secara mandiri.
SDGs yang relevan:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, khususnya pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan, melalui pemberian dukungan dan kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik autis.




















