Bantul (MAN 1 Yogyakarta) — Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh murid MAN 1 Yogyakarta dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tingkat Kota Yogyakarta yang diselenggarakan di MA Muallimin Terpadu, jalan Gunung Bulu, Bandut Lor, Argorejo, Sedayu, Bantul pada Selasa, (15/9/ 2026). Tiga murid kelas XB, Dzakiyah Musthalitha Zahra, Syasya Lathifa Nugroho, dan Naila Zahra Shalihah, berhasil meraih Juara 1 melalui penelitian di bidang SDGs dengan judul “Tetra Green: Empat Pilar Aplikasi AI yang Terkoneksi dengan Media Sosial untuk Mengedukasi Remaja pada Sustainable Living dan Terhindar dari Praktik Greenwashing pada Murid MAN 1 Yogyakarta”.
Ketika ditanya alasan tertarik dengan penelitian SDGs, mereka mengungkapkan bahwa
“Karena kami tertarik dengan isu lingkungan”.
Ketertarikan tersebut kemudian mengerucut pada tema Tetra Green karena menurut mereka,
“Kami mendukung produk eco-friendly seperti menggunakan tumbler, totebag daur ulang, naik kendaraan umum, memilah sampah dan kegiatan lainnya yang mendukung sustainable living. Tetapi kami masih sulit untuk membedakan apakah suatu produk benar-benar ramah lingkungan atau hanya sekedar tipuan atau praktek greenwashing perusahaan. Untuk itu kami tertarik membahas tema ini agar kami sebagai remaja dapat bertindak dengan kepastian dalam mendukung sustainable living mulai hari ini untuk masa depan berkelanjutan”.
Untuk menjawab keresahan itu, mereka membuat terobosan berupa sebuah Aplikasi Tetra Green berbasis AI dan media sosial yang digunakan untuk membedakan apakah iklan/layanan itu sustainable living atau greenwashing.
Dalam prosesnya, mereka mengawali dengan survei pendahuluan pada murid SMA/MA/SMK sederajat di wilayah DIY.
“Dan ternyata ketertarikan akan isu lingkungan dan kesulitan dalam membedakan sustainable living dan greenwashing pada iklan/layanan suatu produk menjadi hal besar yang sulit diatasi remaja, sehingga perilaku sustainable living remaja terlihat tidak konsisten. Dari sinilah kami mulai membuat persiapan dalam merancang fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan dalam aplikasi Tetra Green kami,” jelasnya.
Penelitian ini sendiri dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu mulai tanggal (13-30 /8/2026). Terkait pembagian peran, mereka menegaskan bahwa “Tidak ada pembagian peran secara spesifik, kami lebih banyak melakukan diskusi dan menyelesaikan semua secara bersama-sama”. Untuk membagi waktu dengan kegiatan belajar, mereka mengaku “Kami memaksimalkan waktu setelah sekolah untuk berdiskusi dan berlatih di hari libur (Sabtu-Minggu) sehingga tidak mengganggu KBM, juga melakukan persiapan matang di H-2 & H-1 secara mendalam”.
Setelah menang di tingkat kota dan akan maju ke tingkat provinsi, mereka telah melakukan evaluasi. “Pembahasan lebih ditekankan lagi pada SDGs:12 dan memperkaya analisis hasil penelitian. Selain itu kemampuan presentasi dan menjawab pertanyaan masih perlu kami latih dan tingkatkan kembali,” ungkapnya. Mereka pun menambahkan “Kami sangat berharap agar waktu yang diberikan dalam proses penelitian dapat lebih panjang sehingga analisis yang dilakukan juga dapat lebih mendalam”.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi. Beliau menyampaikan, “Saya sangat bangga dan bersyukur atas prestasi luar biasa ananda Dzakiyah, Syasya, dan Naila. Juara 1 PKM Kota ini membuktikan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu global dan lingkungan. Karya Tetra Green ini sangat inovatif, relevan dengan tantangan zaman, dan merupakan wujud nyata implementasi SDGs di kalangan remaja”, tutur Beliau.
Beliau juga menambahkan harapannya untuk babak selanjutnya, “Saya berharap di tingkat Provinsi DIY nanti, ananda bisa lebih mematangkan lagi kajiannya, terutama pada SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta terus mengasah kemampuan presentasi. Kami dari madrasah akan mendukung penuh. Semoga Tetra Green bisa melaju hingga tingkat nasional dan menjadi inspirasi bagi murid-murid lain untuk terus berkarya dan peduli terhadap keberlanjutan bumi”. (wk)



















