Bantul (MAN 1 Yogya) — Duet murid MAN 1 Yogyakarta, Muhammad Abivansyah Ghifari Setiandra dan Dzaka Faiq Rasendriya T, sukses mengamankan posisi Juara 2 Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat Kota Yogyakarta pada cabang lomba Tenis Meja Ganda Putra. Meski harus puas sebagai runner-up, keduanya menilai peluang untuk meraih gelar juara masih terbuka seandainya mampu tampil lebih tenang di partai penentuan.
Abivansyah, murid kelas XIB, dan Dzaka dari kelas XIA, tampil dalam kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Ajang tersebut mempertemukan peserta dari berbagai madrasah aliyah di Kota Yogyakarta, di antaranya MAN 2 Yogyakarta dan MA Muallimin.
Kompetisi berlangsung di Kampus Terpadu Muallimin, Sedayu. Menghadapi persaingan antarmadrasah, duo MAN 1 Yogyakarta mempersiapkan diri melalui latihan mandiri maupun latihan bersama, baik di madrasah maupun di rumah.
Kekompakan menjadi salah satu modal utama. Keduanya memperbanyak latihan permainan ganda untuk membangun pemahaman terhadap pola permainan masing-masing. Dari latihan tersebut, mereka berusaha membaca pergerakan pasangan, menentukan pola permainan, sekaligus mengurangi miskomunikasi saat bertanding.
“Cara kami membangun kekompakan dengan berlatih permainan ganda sehingga tahu tentang pola permainan yang kami lakukan,” ujar mereka.
Penampilan keduanya dinilai cukup solid sejak pertandingan awal hingga partai final. Namun, ada satu catatan yang mereka bawa pulang dari kompetisi: ketenangan.
Menurut Abivansyah dan Dzaka, beberapa kesalahan yang terjadi sebenarnya dapat dihindari apabila mereka mampu bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Kami bermain sangat baik, dari pertandingan pertama sampai final. Namun, kami masih kurang tenang dan terlalu terburu-buru sehingga sering melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dicegah,” ungkap keduanya.
Hasil sebagai juara 2 tetap disambut dengan rasa senang dan syukur. Di sisi lain, podium runner-up juga menyisakan ambisi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
“Kami sangat senang dan bersyukur sudah juara, tetapi kami merasa sebenarnya bisa mendapatkan juara 1,” kata mereka.
Perjalanan keduanya dalam kompetisi tersebut mendapat pendampingan dari guru olahraga MAN 1 Yogyakarta Esti Supeni selaku pelatih. Kehadiran pelatih menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan sekaligus mengevaluasi permainan selama kompetisi.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian Abivansyah dan Dzaka.
“Prestasi ini patut diapresiasi. Juara 2 menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta mampu bersaing dengan madrasah lainnya. Yang tidak kalah penting adalah pengalaman bertanding yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya,” ujar Edi.
Ia juga mengapresiasi semangat keduanya yang tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai titik akhir.
“Rasa senang atas prestasi harus berjalan bersama dengan kemauan untuk terus berlatih. Evaluasi dari pertandingan ini menjadi bekal agar mereka semakin matang, terutama dalam menjaga ketenangan dan konsistensi saat bertanding,” pungkas Edi. (dee)


















