Bantul (MAN 1 Yogya) — Sebelas peserta bersaing di atas papan catur. Dalam suasana sunyi dan menegangkan, Shammakh Arkan Prahabu Asyura Diva, murid kelas XF MAN 1 Yogyakarta, mampu menjaga permainan hingga mengunci gelar Juara 1 cabang Catur Pria Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat Kota Yogyakarta.
Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa bagi Arkan, panggilan akrabnya. Pasalnya, gelar juara di Yogyakarta ini merupakan kali pertama ia menjuarai kompetisi sejak berkiprah di dunia catur.
Dalam pertandingan yang diikuti 11 peserta tingkat Madrasah Aliyah (MA) tersebut, setiap langkah menjadi bagian penting dari pertarungan strategi. Suasana arena yang hening justru menghadirkan tekanan tersendiri bagi para peserta yang harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
“Suasananya sunyi dan menegangkan, selayaknya turnamen catur pada umumnya,” ujar Arkan menggambarkan atmosfer kompetisi.
Menghadapi persaingan tersebut, Arkan mengandalkan kebiasaan menganalisis permainan catur sebagai bagian dari persiapannya. Ia banyak mempelajari berbagai permainan untuk mempertajam pemahaman strategi dan membaca kemungkinan langkah di atas papan.
Saat bertanding, ia tidak sekadar memikirkan langkah berikutnya, tetapi juga berusaha memahami tujuan di balik setiap gerakan lawan.
“Saya melihat tujuan dari setiap langkah lawan, lalu menganalisis untuk melakukan langkah terbaik saat giliran saya melangkah,” katanya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upayanya mengambil keputusan secara cermat. Dalam catur, satu langkah dapat mengubah arah permainan, sehingga kemampuan membaca posisi dan mempertimbangkan respons lawan menjadi aspek penting.
Meski menghadapi atmosfer pertandingan yang menegangkan, Shammakh mengaku tidak memiliki trik khusus untuk menjaga konsentrasi maupun mengendalikan emosi.
Prestasi ini bukanlah pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi catur. Arkan pernah berpartisipasi dalam sejumlah turnamen, di antaranya Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Kotabumi pada 2024 dan 2025 serta Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Lampung 2025.
Menariknya, hingga kini Arkan tidak tergabung dalam klub catur. Meski demikian, pengalaman bertanding dan kebiasaannya menganalisis permainan menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuannya.
Raihan juara pertama di PKM Kota Yogyakarta disambut dengan bahagia dan rasa syukur. Bagi Arkan, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pemantik untuk memasang target yang lebih tinggi.
“Saya merasa bahagia dan beruntung karena ini pertama kalinya menjuarai lomba di Yogyakarta,” tuturnya.
Shammakh kini membidik sejumlah sasaran berikutnya. Ia menargetkan juara 1 PKM cabang catur tingkat provinsi, berpartisipasi dalam Porprov 2026 Lampung, serta mengejar rating FIDE (Elo) untuk pertama kalinya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Arkan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ketekunan mengasah kemampuan dan keberanian mengikuti kompetisi dapat membuka peluang bagi murid untuk meraih prestasi di bidang yang diminati.
“Prestasi Ananda Arkan patut kita apresiasi. Catur bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan potensinya,” tutur Edi.
Ia berharap Arkan dapat menjadikan kemenangan di tingkat kota sebagai bekal menghadapi kompetisi selanjutnya, sekaligus menginspirasi murid lain untuk berani mengembangkan bakat dan meraih prestasi. (dee)




















