Yogyakarta, 21 September 2026 – Mahasiswa prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SLB B Wiyata Dharma 1 Sleman pada 21 Juli hingga 22 September 2026. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran Matematika bagi peserta didik hambatan pendengaran kelas I SDLB pada 10 September 2026. Pembelajaran tersebut mengangkat materi bilangan dan penjumlahan dengan memanfaatkan benda-benda sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.
Pembelajaran dilaksanakan secara individual selama 2 JP atau 2 × 30 menit dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) SDLB Fase A elemen bilangan. Kegiatan diarahkan pada kemampuan membilang dan mengurutkan bilangan asli sampai dengan 20, mengenali serta menuliskan lambang bilangan, dan memahami konsep penjumlahan menggunakan benda konkret. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan stik es krim, kelereng, dan kancing baju sebagai media pembelajaran. Peserta didik diajak menghitung jumlah benda, menggabungkan dua kelompok benda, kemudian menghubungkannya dengan lambang bilangan dan simbol penjumlahan. Penggunaan benda konkret memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan membantu peserta didik memahami konsep Matematika secara bertahap. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa juga memanfaatkan teknologi digital melalui laptop untuk memberikan kuis sebagai evaluasi pemahaman peserta didik.
Pelaksanaan pembelajaran secara individual memberikan suasana belajar yang lebih terarah sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan tempo, instruksi, dan bentuk pendampingan dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan lebih tenang ketika pembelajaran berlangsung dalam suasana yang terstruktur dan minim distraksi. Penggunaan benda konkret juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung sebelum menghubungkannya dengan konsep dan simbol Matematika. Sementara itu, kuis menggunakan laptop memberikan variasi dalam kegiatan evaluasi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berkualitas dapat diwujudkan melalui penyesuaian strategi, media, dan lingkungan belajar dengan karakteristik peserta didik. Pemanfaatan benda sederhana sebagai media pembelajaran menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman belajar Matematika yang konkret dan kontekstual. Praktik tersebut sejalan dengan SDG 4 yang menekankan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, termasuk kesetaraan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan PK ini, mahasiswa PLB UNY memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang adaptif, konkret, serta bermakna. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan praktik pendidikan yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.

























