Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Pionering merupakan salah satu keterampilan kepramukaan yang memanfaatkan tongkat dan tali untuk membuat berbagai bentuk yang memiliki fungsi tertentu. Keterampilan ini membutuhkan pemahaman mengenai teknik simpul dan ikatan serta ketelitian dalam proses pembuatannya. Penguasaan materi pionering menjadi salah satu bekal bagi anggota Pramuka untuk menerapkan keterampilan kepramukaan dalam berbagai kegiatan.
Pada Selasa (3/11/2026), Pramuka MAN 1 Yogyakarta melaksanakan latihan pionering yang diikuti oleh Dewan Ambalan Alibasyah dan Ratnaningsih bersama anggota Biro. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Badminton MAN 1 Yogyakarta mulai pukul 15.45 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Materi disampaikan oleh Kak Rahmat Nur Syaifudin, S.Pd. Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai materi yang akan dipraktikkan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pioneering Aplikatif sederhana menggunakan tongkat dan tali. Melalui praktik tersebut, peserta mempelajari penerapan teknik simpul dan ikatan untuk menyusun tongkat hingga membentuk jemuran yang dapat digunakan sesuai fungsinya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan jemuran dengan arahan dari Kak Rahmat. Praktik secara langsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami kembali penggunaan teknik-teknik pionering sekaligus melatih ketelitian dalam penerapannya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengingatkan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan ruang belajar yang penting untuk membentuk kemandirian dan tanggung jawab. Menurutnya, keterampilan seperti tali-temali akan lebih bermakna ketika anggota mampu menggunakannya secara tepat dan membagikan pengetahuan tersebut kepada orang lain.
“Dalam Pramuka, anak-anak tidak cukup hanya tahu teori atau hafal jenis simpul. Mereka harus berani mencoba, teliti saat mempraktikkan, dan memahami bagaimana keterampilan itu digunakan. Saya juga senang ketika anggota yang sudah lebih dahulu belajar kemudian bersedia membagikan ilmunya kepada adik-adik kelas. Di situlah tumbuh rasa tanggung jawab dan semangat saling belajar,” tuturnya.
Bagi Dewan Ambalan, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempelajari dan mengulas kembali materi pionering yang telah diperoleh sebelumnya. Selain meningkatkan pemahaman dan keterampilan, latihan ini juga menjadi bagian dari persiapan Dewan Ambalan dalam menyampaikan materi kepada siswa kelas X pada Latihan Rutin Jumat mendatang. Sementara itu, bagi anggota Biro, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari materi pionering serta mengembangkan keterampilan kepramukaan dari dasar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Dewan Ambalan dan anggota Biro dapat terus meningkatkan kemampuan serta pemahaman terhadap materi kepramukaan, khususnya dalam bidang pioneering. (nra)




















