Arga Makmur, 15 September 2026 — Lapas Kelas IIB Arga Makmur terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan produktif di lingkungan Lapas. Kali ini, melalui pembinaan kemandirian bidang pertanian, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Tamping Kegiatan Kerja bersama petugas berhasil memanen sawi dan kangkung sebanyak 33 kilogram dari lahan seluas 360 meter persegi di area beranggang, Selasa (15/9).
Panen tersebut bukan sekadar capaian produksi pertanian, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan yang mengajarkan WBP untuk bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan berkelanjutan mulai dari pengolahan lahan hingga menghasilkan komoditas pertanian.
Dari Lahan Produktif Menjadi Program Pembinaan
Kegiatan pertanian di Lapas Arga Makmur dilaksanakan melalui tahapan yang terencana. Sebelum memasuki masa panen, WBP Tamping Kegiatan Kerja dengan pendampingan dan pengawasan Staf Kegiatan Kerja telah melalui proses pengolahan tanah, pembuatan bedengan, penanaman, penyiraman, hingga pemeliharaan tanaman secara rutin.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian. WBP tidak hanya dilibatkan pada saat tanaman siap dipanen, tetapi mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan seluruh rangkaian budidaya pertanian.
Dengan demikian, lahan pertanian menjadi sarana pembelajaran kerja yang produktif, sekaligus ruang bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Ketahanan Pangan yang Dibangun dari Dalam Lapas
Pemanfaatan area beranggang sebagai lahan pertanian menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi penghalang untuk menciptakan kegiatan produktif.
Dari lahan 360 m, budidaya sawi dan kangkung mampu menghasilkan 33 kilogram hasil panen. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa optimalisasi lahan di lingkungan Lapas dapat memberikan hasil nyata sekaligus mendukung pengembangan program ketahanan pangan.
Lebih jauh, keberhasilan tersebut lahir dari proses yang membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pembinaan kemandirian WBP.
Selaras dengan Program Akselerasi dan 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026
Program pertanian yang dikembangkan Lapas Arga Makmur merupakan bentuk nyata dukungan Pemasyarakatan terhadap penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian WBP, sebagaimana menjadi bagian dari arah Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Implementasi program tidak berhenti pada menghasilkan komoditas pangan. Setiap proses budidaya diarahkan untuk memberikan nilai tambah pembinaan, sehingga produktivitas lahan berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan kesiapan WBP untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Langkah ini juga memperkuat implementasi 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026 melalui program Pemasyarakatan yang berorientasi pada hasil, pemberdayaan, dan kebermanfaatan.
Panen Hari Ini, Lahan Disiapkan Kembali
Bagi Lapas Arga Makmur, keberhasilan panen bukan menjadi akhir dari program. Setelah tanaman dipanen, lahan akan kembali dikelola untuk mempersiapkan siklus budidaya berikutnya.
Pola tersebut membentuk sebuah siklus pembinaan dan produksi yang berkelanjutan: lahan diolah, WBP belajar dan bekerja, tanaman dibudidayakan, hasil dipanen, kemudian lahan kembali dipersiapkan untuk menghasilkan komoditas berikutnya.
Dengan pola ini, program ketahanan pangan dapat terus dikembangkan secara bertahap sekaligus memberikan ruang pembinaan yang konsisten bagi WBP.
Pemasyarakatan Menghasilkan Pangan, Menanam Kemandirian
Kalapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan bahwa kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya Lapas menghadirkan pembinaan yang memiliki hasil nyata dan berkelanjutan.
“Yang kita bangun melalui kegiatan pertanian ini bukan hanya hasil panennya, tetapi juga proses pembinaannya. WBP belajar bagaimana bekerja dengan disiplin, bertanggung jawab, dan menyelesaikan sebuah proses hingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Inilah nilai kemandirian yang ingin kita tumbuhkan,” ujar Yulian.
Ke depan, Lapas Arga Makmur berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan produktif, meningkatkan keterampilan pertanian WBP, serta mengembangkan pola budidaya yang berkelanjutan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Sebab, keberhasilan Pemasyarakatan tidak hanya diukur dari apa yang dipanen dari lahan, tetapi juga dari kemandirian yang tumbuh dalam diri WBP selama menjalani proses pembinaan.























