Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Keraguan tak selalu berujung pada kegagalan. Yudha Cahyo Bolodenka Purwanto, murid kelas XIG MAN 1 Yogyakarta, justru keluar sebagai Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains 2026 bidang Geografi tingkat Kota Yogyakarta, meski sempat merasa masih banyak materi yang perlu dikuasai.
Hasil tersebut diraih Yudha dalam kompetisi OMI Sains 2026 tingkat kabupaten/kota yang digelar pada 7 September 2026 di MTsN 1 Yogyakarta. Kompetisi diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan diikuti murid MA/SMA di wilayah Kota Yogyakarta yang memenuhi persyaratan.
Pada bidang Geografi, peserta menghadapi materi yang mencakup Geografi Fisik dan Geografi Sosial. Tahapan kompetisi dilakukan melalui pengerjaan soal pilihan ganda. Hasil peserta kemudian ditentukan berdasarkan jawaban yang diberikan.
Namun, bagi Yudha, kunci menghadapi kompetisi bukan sekadar menghafal materi. Ia memilih memperbanyak latihan soal sekaligus mengasah kemampuan membaca persoalan Geografi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau dari diriku pribadi, aku lebih banyak memperdalam materi dan sering mengerjakan soal-soal Geografi. Aku juga mulai mencoba menganalisis isu-isu yang berkaitan dengan Geografi di masa kini,” ujar Yudha.
Cara tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan analisis sekaligus memahami bagaimana konsep Geografi diterapkan dalam persoalan kekinian. Baginya, Geografi tidak berhenti pada teori di buku, tetapi juga berkaitan dengan berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar. Dalam persiapannya, Yudha mendapat pendampingan dari Dhany Melyana sebagai pembimbing internal dan Eddy Sukarsah sebagai pembimbing eksternal.
Gelar juara pertama ternyata tidak sepenuhnya diprediksi Yudha. Ia mengaku sempat ragu dengan kesiapan dirinya karena merasa masih memiliki banyak materi yang harus dipelajari.
Kabar kemenangan itu sekaligus menjadi pelepas ketegangan. Rasa lega kemudian berubah menjadi dorongan baru untuk melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya.
“Setelah mendapatkan kabar bahwa aku mendapatkan Juara 1, akhirnya lega banget dan semakin semangat untuk berjuang di ajang kompetisi OMI Sains ini hingga tingkat Nasional,” ujar Yudha.
Perjalanan Yudha belum selesai. Setelah mengamankan posisi pertama di tingkat Kota Yogyakarta, ia akan menghadapi Seleksi Provinsi pada 5–6 Oktober 2026. Persiapan pun kembali digenjot dengan fokus berbeda.
Yudha berencana memperdalam materi yang masih menjadi kelemahannya dan memperbanyak latihan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis dan penguasaan materi Geografi sebelum menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian Yudha. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan pentingnya proses belajar yang konsisten sekaligus keberanian murid untuk menguji kemampuan melalui kompetisi.
“Prestasi ananda Yudha merupakan hasil dari kemauan belajar, latihan, dan keberanian untuk berkompetisi. Yang lebih penting, ia tidak berhenti pada pencapaian di tingkat kota, tetapi menjadikan hasil ini sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan berikutnya,” kata Edi.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi Yudha untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memberi energi positif bagi murid MAN 1 Yogyakarta lainnya. (dee)
























